Ruang Kelas SDK Motaain di Malaka Dipenuhi Lumpur

Seluruh ruangan kelas di SDK Motaain dipenuhi lumpur sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan dan para siswa meliburkan diri.

Ruang Kelas SDK Motaain di Malaka Dipenuhi Lumpur
Pos Kupang.Com/Dion Kota
Tumpukan ranting-ranting kayu yang terbawa bajir masih menumpuk di halaman SDK Motaain, Kamis (1/3/2018 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN---Banjir bandang yang melandai Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Rabu (28/2/2018) malam menyebabkan rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum terendam banjir dan tertimbun lumpur.

Seluruh ruangan kelas di SDK Motaain dipenuhi lumpur sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan dan para siswa meliburkan diri.

Siswa SDK Motaain, Siprianus Nahak mengaku tidak bisa ke sekolah karena ruangan kelasnya terendam banjir dan lumpur. Dia juga tidak ke sekolah karena ingin membantu orantuanya membersikan kotoran yang tergenangan banjir di dalam rumah dan di halaman rumahnya.

Baca: Gedung Puskesmas Nualain Rusak, DPRD Belu Bilang Begini

Heri Klau, siswa SMP kelas satu kepada wartawan mengatakan, jika terjadi banjir mereka diliburkan karena ruangan kelas terendam air. Mereka kembali ke sekolah setelah air sudah redah dan ruangan kelas sudah dibersihkan.

Kepala Desa Motaain, Salomon Leki kepada wartawan, Kamis (1/3/2018) mengatakan,
akibat banjir, rumah-rumah penduduk dan sekolah tertimbun lumpur.
Menurut Leki, bantuan dari pemerintah sementara dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan agar bisa dibuat dapur umum untuk masyarakat.

Baca: Ibu Adelina Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Anaknya

Ia meminta bantuan dari pemerintah agar memberikan bantuan sembako dan juga minyak tanah agar masyarakat bisa memasak.

Camat Malaka Barat, Efraim Bria Seran sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui intansi terkait. Dikatakannya, dari Dinas Sosial Kabupaten Malaka akan memberikan bantuan air minum bersih, sembako dan pakaian bagi masyarakat yang menjadi korban banjir.

Warga Motaain, Yosef Leki mengatakan, ia meminta bantuan dari pemerintah untuk menyalurkan sembako, air bersih, pakaian serta obat-obat. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved