Rosintus Mengaku Terbuai Rayuan Saverius

Rosintus Fahik (47) tampak semangat dan sangat lugas menceritakan pengalamannya direkrut oleh Saverius Satun.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Para calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) yang diamankan di Kantor Dinas Nakertrans Provinsi NTT, Kamis (1/3/2018). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Rosintus Fahik (47) tampak semangat dan sangat lugas menceritakan pengalamannya direkrut oleh Saverius Satun.

Menurut Rosintus, Saverius seorang perekrut dari Belu yang saat ini bekerja di Kalimantan. Rosintus merupakan satu di antara Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang diamankan oleh Kodim Kupang di sebuah hotel di Kota Kupang, Kamis (1/3/2018).

Warga Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, ini menceritakan kronologi sampai ia dan 30 orang lainnya tiba di Kupang dan digagalkan oleh pihak berwajib saat hendak berangkat.

Saat itu ia dan beberapa warga lainnya tak menyangka diamankan. Ia juga tidak pernah berpikir soal dokumen resmi yang harus dibawa ke tempat kerja.

"Saya tidak tahu apa-apa, kami diamankan. Kami hanya bawa KTP saja. Saya hanya bawa pakaian dan tas saja dan KTP. Uang tidak ada. Saya tidak berpikir kami hari ini diamankan. Yang kami pikirkan itu kapan kami tiba di Kalimantan," ujar Rosintus saat ditemui Pos Kupang, Kamis (1/3/2018) di Kantor Nakertrans NTT.

Rosintus mengaku, awalnya dia ditelepon oleh yang bernama Saverius Satun untuk menanyakan apakah mau bekerja di Kalimantan.

Menurut Rosintus, Saverius menawarkan untuk kerja di Kalimantan dengan biaya dari Atambua hingga Kalimantan ditanggung oleh Saverius.

Terbuai dengan rayuan Saverius, Rosintus Fahik setuju dan siap untuk jalan dari Belu ke Kupang. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved