834 Anggota PPS di Ende Lakukan Kegiatan Coklit
sebanyak 834 orang PPS yang ada di desa dan 105 orang PPK yang ada di kecamatan. Tugas PPK dan PPS yang ada saat ini
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos Kupang.com, Romualdus Pius
POS-KUPANG.COM,ENDE-- Sebanyak 834 orang PPS di Kabupaten Ende melakukan Coklit di desa dan kelurahan yang ada didalam wilayah Kabupaten Ende. Selain oleh anggota PPS pelaksanaan Coklit juga dilakukan oleh 105 orang PPK.
Ketua Devisi SDM dan Partisipasi Masyarakat serta Kampanye, KPU Kabupaten Ende, Adolorata Maria Da Lopez Bi mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Kamis (1/3/2018) di Ende.
Baca: Ibu Adelina Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Anaknya
Wanita yang disapa Mery ini mengatakan bahwa untuk mendukung pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Ende maka KPU Kabupaten Ende merekrut anggota PPS dan PPK di seluruh desa dan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ende.
Saat ini telah terrekrut sebanyak 834 orang PPS yang ada di desa dan 105 orang PPK yang ada di kecamatan. Tugas PPK dan PPS yang ada saat ini dalam kaitan dengan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ende adalah melakukan pencocokan data pemilih atau yang lasim disebut dengan Coklit.
Data dari para petugas PPS dan PPK ujar Mery selanjutnya akan dimasukan sebagai data pemilih sementara (DPS) untuk pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ende.
"Kalau jumlah DPS saat ini belum diketahui karena prosesnya masih sementara berjalan dan diharapkan setelah prosesnya selesai maka DPS akan diketahui selanjutnya akan dimasukan kedalam daftar pemilih tetap (DPT),"kata Mery.
Baca: Ketua Panwaslih Flotim Ingatkan Pimpinan dan Anggota DPRD yang Jadi Jurkam Agar Ajukan Cuti
Mery mengatakan sebagai anggota KPU Kabupaten Ende dirinya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari semua anggota PPS dan PPK yang telah melakukan kegiatan Coklit meskipun harus menghadapi berbagai kendala di lapangan saat melakukan Coklit seperti kondisi topografi yang sulit maupun terkendala pada proses pelaporan dan perekapan.
"Ada beberapa desa di Kecamatan Kota Baru dan juga Maukaro maupun Wewaria serta Maurole yang tidak memiliki akses signal HP sehingga para petugas PPS yang ada di desa tersebut kesulitan untuk memberikan laporan,"kata Mery.
Kendala lainnya adalah misalnya di Kecamatan Ndori para petugas PPK yang ada di Kecamatan Ndori terpaksa harus menggunakan genset untuk menyalakan listrik guna membuat laporan karena listrik PLN yang ada di daerah itu kerap mati,ujar Mery.
Mery mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada para petugas di lapangan yang tetap bertanggungjawab menjalankan tugasnya meskipun banyak mendapatkan hambatan pada saat menjakankan tugasnya.
"Para petugas kami juga terkadang harus berulang kali mendatangi rumah penduduk yang letaknya jauh untuk melakukan Coklit karena ketika didatangi pemilik rumah masih pergi ke kebun atau pasar,"kata Mery.
Menghadapi kondisi yang ada para petugas juga tidak hilang akal yakni mendatangi rumah yang diprakirkan pemilik rumah sudah pasti ada di rumah seperti sore atau pagi hari.
Baca: Lakalantas di Jalan Fetor Funay, Ruben Kasse dimakamkan di Amfoang Selatan
"Kami merekrut PPS dan PPK dari desa dan kecamatan setempat sesuai dengan alamat tinggal dengan harapan agar yang bersangkutan bisa mengetahui kondisi masyarakat sehingga bisa mempermudah yang bersangkutan menjalankan tugasnya,"kata Mery. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kpu-ende_20180301_203526.jpg)