Jangan Pakai Helm Saat Berkendara Hanya Karena Takut Polisi
Menggunakan helm itu demi keselamatan diri sendiri bukan karena takut dengan polisi.
Penulis: Hermina Pello | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menggunakan helm itu demi keselamatan diri sendiri bukan karena takut dengan polisi.
Instruktur Safety Riding MPM Distributor, Arditya Elva Hardhi saat sosialisasi safety riding kepada mahasiswa asal Nagekeo di Kantor Pos-Kupang, Rabu, (28/2/2018).
"Safety riding adalah pelaksanaan mengendarai sepeda motor dengan fungsi kenyamanan, keamanan dan keselamatan bagi diri sendiri, pengendara lain serta lingkungan sekitar. Honda berharap bahwa mengendarai dan memiliki motor Honda akan menjadi suatu hal yang menyenangkan. Honda tidak hanya produksi tapi juga bertanggung jawab untuk Safety riding," katanya.
Baca: SMK Negeri 1 Kupang Tanamkan Safety Riding Sejak di Sekolah
Baca: VIDEO: Komunitas CBR Riders Kupang Mengaku Baru Paham tentang Safety Riding
Baca: Komunitas CBR Riders Kupang Baru Paham Safety Riding Setelah Dua Tahun Touring
Baca: Honda Gelar Safety Riding Instructors Competition
Baca: VIDEO: Kata MPM Motor Kepala Manusia Tidak Ada Sparepartnya
Arditya menggunakan filosofi safety riding Honda yakni hardware dan software. Hardware itu motor dan software itu adalah manusia, termasuk didalamnya adalah pengendara dan yang dibonceng.
"Karena itu edukasi dan sosialisasi tidak hanya untuk pengendara tapi juga yang dibonceng sehingga kami lakukan sosialisasi dari TK, SDdan seterusnya.
Pentingnya helm untuk anak. Mindset yang harus diubah adalah pakai helm bukan karena takut polisi tapi keselamatan. Polisi hanya menindak agar jera," katanya.
Arditya mengatakan mengapa safety riding itu penting. menurutnya, data WHO tahun 1990 penyebab kematian di pada peringkat kesembilan adalah kecelakaan lalu lintas tetapi pada tahun 2000 kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab kematian di peringkat ketiga. Korbannya adalah mereka yang berusia produktif yakni 16 tahun hingga 35 tahun.
Faktor penyebab kecelakaan menurutnya, ada tiga yakni manusia , kendaraan dan lingkungan. "Faktor manusia yang meliputi pengetahuan , kesehatan, etika, teknik dan emosi. Terlalu senang juga akan mempengaruhi fokus sehingga kita tidak fokus. Lama manusia untuk berkendara dua jam dan setelah itu istirahat karena fokus akan berkurang," katanya.
Manager Produksi Pos Kupang, Imam Hidayat dalam sambutannya mengatakan Pos Kupang sudah alami perubahan yang luar biasa. Sekarang ini Pos Kupang bukan sekedar print atau koran tapi ada online, juga ada sosmed yang sediakan berita dengan isu terkini sehingga bagi yang punya sosmed bisa memilih.
"Acara ini benar benar dimanfaatkan sehingga tahu bagaimana berkendara yang aman dan apa syarat supaya tidak kena tilang. Manfaatkan ilmu yang disampaikan oleh instruktur. Sehingga bisa terapkan dan tularkan ke teman lainnya," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/safety-riding-pos-kupang_20180228_110211.jpg)