Penilain Tim Pakar Revolusi Pertanian Malaka Makin Bagus

program RPM mengembangkan 9 komoditas utama yaitu, bawang merah, padi sawah, jagung, kacang hijau, pisang kapok, itik, kambing dan ikan bandeng

Penilain Tim Pakar Revolusi Pertanian Malaka Makin Bagus
Pos Kupang.Com/Tenni Jenahas
Areal pertanain sawah di wilayah Kabupaten Malaka 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN- Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicanangkan Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran semakin meyakinkan dari waktu ke waktu.

Diawali dengan geliat budidaya bawang merah 50 ha yang telah menghasilkan hampir 500 ton bawang merah di beberapa desa, kini musim tanam tahun 2018 semakin diyakinkan lagi dengan tampilan pertumbuhan jagung dan padi.

Hal itu dikatakan tim pakar RPM, Dr. Herry Kotta dan Dr. Tony Basuki, dalam pers rilisnya yang diterima Pos Kupang, Senin (26/2/2018).

Menurut tim pakar, program RPM ini mengembangkan sembilan komoditas utama yaitu, bawang merah, padi sawah, jagung, kacang hijau, pisang kapok, itik, kambing dan ikan bandeng. Semua komoditas ini telah direncanakan target dan teknologi yang digunakan.

Menurut tim pakar, geliat budidaya bawang merah 50 ha telah menghasilkan hampir 500 ton bawang merah di beberapa desa, seperti Desa Fafoe, Oan Mane, Umatoos dan Sikun, musim tanam 2017. Kini musim tanam tahun 2018 semakin diyakinkan lagi dengan tampilan pertumbuhan jagung dan padi yang luar biasa.

Pogram RPM tidak semata hanya melalui gerakan himbauan dan kucuran dana semata, tetapi yang terpenting adalah program ini telah diarahkan oleh grand design yang disusun sebelumnya serta pendampingan/pengawalan teknis yang ketat oleh penyuluh lapangan dan 10 orang tenaga ahli RPM.

Pengawalan teknis ini, sangat berkaitan dengan transfer teknologi yang efisien dan efektif yang diberikan oleh tim pakar RPM sekaligus meyakinkan dan menjamin petani bahwa teknologi yang diracik tim pakar dipastikan cocok dan mampu menaikan produktivitas pertanian yang ujung-ujungnya meningkatkan pendapatan petani.

Tim pakar menggambil contoh, pendapatan petani bawang merah di desa-desa pengembangan jagung, telah memperoleh pendapatan mencapai Rp. 130 juta/ha. Nilai ini sangat luar biasa bagi petani Malaka, karena sebelumnya tidak pernah dalam sejarah mereka bisa memperoleh pendapatan seperti ini.

Untuk jagung juga tidak kalah hebatnya. Dengan didukung oleh teknologi budidya yang dicirikan dengan tata-tanam rel-ganda (double track/DT) yang diperkenalkan oleh tim pakar RPM, telah meyakinkan banyak petani akan hasil yang mereka rasakan.

Petani akan mendapatkan hasil yang berlimpah sehingga kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.

Dalam MT 2018 ini terprogram sebanyak 2.055 ha pengembangan jagung yang tersebar di seluruh kecamatan atau 98 desa dengan menerapkan DT yang dibantu pengolahan tanah secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Melalui Dinas Pertanian Malaka.

Untuk pengembangan padi sawahnya yang didukung oleh teknologi Jajar Legowo 2: 1 dengan tagline "Budidaya Padi Serius/BPS" meliputi 760 ha pada 12 desa di empat kecamatan. Desa-desa ini diantaranya adalah, Naas, Lateten, Wehali, Lakekun Barat, Motaulun, Lakekun, Kamanasa, Harekakae dan Lakulo

Yang menarik dalam program ini adalah antusias petani yang merespon positif yaitu dengan menerapkan secara masal teknologi-teknologi unggulan yang terciri dalam RPM. (*).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved