Sekjen PBB Kutuk Serangan Bom Menewaskan 38 Orang

Kelompok dari jaringan Al Qaida, al Shabaab, menyatakan bertanggung jawab atas serangan di dekat kediaman presiden itu serta hotel di sekitarnya

Sekjen PBB Kutuk Serangan Bom Menewaskan 38 Orang
(REUTERS/Feisal Omar)
lustrasi - Warga sipil membawa jenazah pria tak dikenal dari lokasi ledakan di jalan KM4 di distrik Hodan, Mogadishu, Somalia, Minggu (15/10/2017). 

POS KUPANG.COM - Perserikatan Bangsa-bangsa (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Sabtu mengutuk keras serangan bom yang terjadi di ibu kota negara Somalia, Mogadishu, yang menewaskan banyak warga sipil, kata juru bicaranya.

Kelompok dari jaringan Al Qaida, al Shabaab, menyatakan bertanggung jawab atas serangan di dekat kediaman presiden itu serta hotel di sekitarnya.

Guterres menyampaikan ucapan duka citanya yang mendalam bagi keluarga para korban serta rakyat dan pemerintah Somalia serta memuji penanganan yang dilakukan pasukan keamanan Somalia dan misi penjaga perdamaian PBB di negara itu, kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric dalam pernyataan.

Sekretaris jenderal menekankan dukungan penuh Perserikatan Bangsa-bangsa bagi pihak berwenang Somalia dalam upaya mereka memerangi terorisme dan mewujudkan Somalia yang damai dan stabil, bunyi pernyataan itu.

Dua ledakan bom menggunakan mobil di Mogadishu pada Jumat menewaskan setidaknya 38 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sementara itu menurut laporan Reuters, jumlah korban tewas akibat ledakan bom kembar di ibu kota negara Somalia pada Jumat malam itu telah meningkat menjadi 45 orang dari laporan awal 18 orang, kata pejabat pemerintah, Sabtu.

"Jumlah korban tewas akibat ledakan tadi malam meningkat menjadi 45 orang dan 36 lagi luka," kata pejabat itu, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada Reuters.

Secara terpisah, pejabat kepolisian mengatakan yakin bahwa 36 orang tewas.

"Setidak-tidaknya 15 orang, termasuk seorang anggota militer dan seorang warga setempat tewas di luar istana tadi malam dan lebih banyak dari itu luka-luka. Sebagian besar dari mereka adalah penjaga istana yang sedang berada di lokasi kejadian. Jumlah orang yang meninggal kemungkinan bertambah," kata Mayor Mohamed Abdullahi kepada Reuters pada Sabtu.

"Di hotel itu, setidak-tidaknya 21 orang tewas. Jadi, menurut data saya, 36 orang tewas dan lebih banyak lagi luka-luka," katanya.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved