Wartawan Menyampaikan Berita Harus Cepat, Tepat dan Benar

Sebuah berita yang ditulis oleh seorang wartawan harus menyajikan sebuah kenyataan yang ada. Bukan hasil mengarang indah.

Wartawan Menyampaikan Berita Harus Cepat, Tepat dan Benar
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Mahasiswa FKIP Undana sedang menanyakan kepada pemateri saat pelatihan Jurnalistik di FKIP Undana Kupang, Sabtu (24/2/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Seorang wartawan dalam menyampaikan informasi melalui sebuah berita yang ditulis harus cepat dan benar.

Sebuah berita yang ditulis oleh seorang wartawan harus menyajikan sebuah kenyataan yang ada. Bukan hasil mengarang indah.

Manager Produksi Harian Umum  Pos Kupang, Bebet I Hidayat, menyampaikan hal itu saat memberikan materi jurnalistik kepada ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana Kupang, Sabtu (24/2/2018).

Baca: Wabup Belu Sebut Penyebab Kanker Serviks Bisa dari Suami

Baca: Sayang, Bis Kota Aja Punya Tujuan, Masa Hubungan Kita Enggak???

Pelatihan jurnalistik digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undana Kupang.

Dia menjelaskan, masyarakat saat ini membutuhkan informasi yang cepat. Kejadian saat itu harus disampaikan saat itu juga.

"Artinya bahwa masyarakat sekarang menginginkan (membaca) berita dengan cepat dan tepat. Tapi tidak sekedar cepat tetapi tepat dan juga benar," jelas Bebet.

Ia menjelaskan, kalau sekedar cepat tidak bisa. Maka berita yang dihasilkan harus akurat. Dan berita yang disajikan cepat, tepat dan benar.

Manager Produksi Pos Kupang, Imam Hidayat
Manager Produksi Pos Kupang, Bebet Imam Hidayat

Ia menjelaskan, sebuah media dibutuhkan kerjasama tim, dibutuhkan kejujuran dan fokus pada perintah oleh news editor.

"Kalau tidak fokus maka tidak memperoleh informasi yang akurat. Dari game yang dilakukan tadi adalah fokus. Harus fokus memahami perintah," jelasnya.

Ia mengungkapkan, wartawan dalam menggali sebuah informasi harus verifikasi dan cek, ricek serta triple cek. Supaya memastikan apakah itu benar atau tidak.

"Cek, ricek dan teiple cek itu artinya apakah informasi benar atau tidak. Supaya berita tersebut akurat," jelasnya.

Ia mengatakan, bisnis media yang dijual itu kepercayaan. Kalau masyarakat tidak percaya itu bisnisnya akan hilang. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved