PMKRI Atambua Perangi Politik Uang

PMKRI Cabang Atambua St. Yohanes paulus II membantu mengawal proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT dari praktek politik uang

PMKRI Atambua Perangi Politik Uang
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Ketua PMKRI Cabang Atambua, Remigius Bere.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes paulus II membantu mengawal proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT dari praktek politik uang (money politic).

Bagi masyarakat pemilih di Kabupaten Belu diharapkan untuk selalu mengedepankan prinsip Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia serta menjunjung tinggi asas kekeluargaan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu menangkal isu SARA yang dimainkan oleh elit politik.

Hal itu dikatakan Ketua PMKRI Cabang Atambua, Remigius Bere kepada Pos Kupang, Jumat (23/2/2018).

Menurut Bere, PMKRI sebagai organisasi Nasional yang diakui di Negara Kesatuan Republik Indonesia terus mengedepankan prinsip independen dan selalu membela kaum tertindas atau kaum lemah yang tidak bisa menyuarakan aspirasinya.

Dalam moment pilgub, masyarakat diharapkan untuk tidak terpengaruh dengan politik uang (money politic) dan menentang para kandidat yang mempolitisasikan isu SARA.

"Biarkan masyarakat memilih sesuai hati nurani mereka dengan melihat visi dan misi para calon sehingga tujuan kesejahteraan umum bisa tercapai," kataa Bere.

Bere juga mengharapkan Panwaslu Kabupaten Belu agar melakukan pengawasan secara profesional terutama praktek politik uang. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved