Longsor Melanda Brebes, Kesaksian Suami Istri Bikin Merinding, Sempat Lari Dikejar Tanah Bergerak

Diperkirakan masih ada 18 orang yang tertimbun karena ada laporan warga yang kehilangan keluarganya.

Longsor Melanda Brebes, Kesaksian Suami Istri Bikin Merinding, Sempat Lari Dikejar Tanah Bergerak
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Bencana alam tanah longsor besar terjadi di Pegunungan Lio, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2018). Sejumlah korban menjalani perawatan di Puskesmas Salem Brebes. 

"Saya lari sekuat tenaga. Tapi saya capek, jadi saya pasrah saja," tuturnya dengan suara lirih menahan sakit.

Sebagian badannya tertimbun tanah. Beruntung, selang dua menit tertimbun, ada warga sekitar yang menolongnya.

"Alhamdulillah ada yang menolong. Saat dipapah pun saya masih kuat berjalan," ujarnya.

Seorang korban selamat lain, Minarto (50) yang merupakan suami dari Watirah, tergeletak di ranjang Ruang Bougenvile Puskesmas Bentar dengan pandangan kosong.

Matanya hanya tertuju di satu sudut.

Perban masih membalut di pipi kanannya.

Longsor besar terjadi di Pegunungan Lio, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Kamis (22/2/2018).
Longsor besar terjadi di Pegunungan Lio, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Kamis (22/2/2018). (Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto)

Longsor besar terjadi di Pegunungan Lio, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Kamis (22/2/2018). (Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto)

"(Pipinya) terkena tanah," ucapnya singkat.

Beruntung, dia selamat dari kejadian itu karena sudah mengetahui ada longsoran. Saat tahu tanah bergerak, dia langsung lari.

"Longsor terjadi begitu cepat hingga menimbun saya. Saya nggak kuat lari," katanya.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved