Heran! Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi di Sikka, Komnas HAM Beri Penghargaan

Penghargaan Komnas HAM RI kepada Pemerintah Kabupaten Sikka yang diterima Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, menjadi ironi.

Heran! Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi di Sikka, Komnas HAM Beri Penghargaan
POS KUPANG/EGINIUS MO'A
Koordinator TRUK, Suster Eustochia, SspS, memberikan penjelasan kepada media seusai presentasi kasus kekerasan perempuan dan anak di ruang rapat Lantai II Kantor Bupati Sikka, Pulau Flores, Jumat (23/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Penghargaan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI kepada Pemerintah Kabupaten Sikka yang diterima Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, menjadi ironi.

Pada saat bupati menerima penghargaan, kasus kekerasan menimpa kaum perempuan dan anak di Sikka meningkat 21 persen dari tahun 2016 sebanyak 92 kasus menjadi 141 kasus pada 2017.

"Selama beberapa tahun terakhir ini tidak ada kebijakan strategis yang dilakukan Pemerintah Daerah Sikka. Kasus kekerasan menimpa kaum perempuan dan anak makin banyak, kendatipun pemerintah dapat penghargaan dari Komnas," ujar Pater Dr. Otto Gusti Madung, SVD, pegiat Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TruK) dalam pemaparan kasus kekerasan perempuan dan anak 2017, Jumat (23/2/2018) di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Sikka.

"Kami heran pemerintah bisa dapat. Mungkin karena pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah regulatif perda yang berpihak kepada perempuan dan anak," tanya Pater Otto.

Lima tahun Bupati Ansar memimpin Sikka, kata Pater Otto, belum ada tanggapan strategis pemerintah yang bisa dirasakan. Yang ada hanya tataran regulasi sebuah ritual politik dan tidak menyentuh substansi masalah yang sebenarnya.

Pater Otto mengatakan, kasus kekerasan anak dan perempuan akan dipaparkan kepada tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Aleks Longginus-Stef Say, Roby Idong-Romanus Woga, dan Yoseph Ansar Rera-Rafael Raga.

"Kami ajak tiga pasangan calon lakukan debat kasus perempuan dan anak. Data-data kasu ini akan dipresentasikan kepada mereka. Apa tanggapan politis kalau salah satu dari tiga pasangan ini terpilih," tandas Pater Otto. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved