Dana Talud Waijarang Lembata Sudah Ada

Dana yang dialokasikan sekitar Rp 400 juta untuk membangun talud sepanjang 200 meter.

Dana Talud Waijarang Lembata Sudah Ada
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Sekretaris Desa Waijarang, Adrianus Saka bersama warga di kediamannya, Jumat (23/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Sekretaris Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Adrianus Saka, mengatakan, pemerintah telah menyetujui pengalokasian dana untuk membangun talud mencegah abrasi di tepi pantai desa tersebut.

Dana yang dialokasikan sekitar Rp 400 juta untuk membangun talud sepanjang 200 meter.

Adrianus Saka mengatalan itu ketika ditemui Pos Kupang di kediamannya di Waijarang, Jumat (23/2/2018). Ia dihubungi terkait ancaman abrasi yang sangat mengkhawatirkan di pesisir pantai desa tersebut.

Baca: Lewat Jalan Siliwangi Pengendara Ini Teriak- teriak, Ini Penyebabnya

Baca: Ali Bersama Tim Kerjanya Coba Tanam Stek Pohon Reo

Dikatakannya, alokasi dana tersebut sudah disetujui.

Anggarannya pun sudah siap. Olehnya jika tak ada rintangan maka sekitar bulan April atau Mei nanti, pembangunan tanggul itu sudah mulai dilaksanakan.

"Kami juga melihat abrasi di pantai Waijarang sudah sangat serius. Kalau tidak dihalau dari sekarang maka risikonya akan semakin besar. Makanya kami juga sudah berkomitmen untuk segera mengerjakan talud itu sehingga masyarakat tidak resah," ujarnya.

Menurut dia, masalah abrasi itu telah diperjuangkan sejak tahun 2016. Saat itu pemerintah kabupaten juga telah menyetujuinya
Namun karena saat itu Lembata didera persoalan devisit sehingga item pembangunan itu tidak dilaksanakan.

Setahun kemudian yakni 2017, telah ada rencana untuk memulai pekerjaan tu tapi lagi-lagi tidak jadi.

Tahun 2018 ini pelaksanaan item pembangunan itu dipastikan akan dilaksanakan sebab dana sudah dialokasikan anggarannya pun sudah siap.

Jika semua proses administrasi dipercepat, berjalan tanpa kendala, maka dalam beberapa bulan ke depan talud itu sudah bisa dibangun.

"Lebih cepat dibangun tentu akan lebih baik. Masyarakat juga mungkin akan lebih tenang karena masalah itu sudah direspon pemerintah. Saya juga berharap pada musim hujan tahun mendatang masyarakat tidak resah lagi dengan persoalan ini," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved