Minat Kuliah di Kampus Negeri? Ini Jadwal Daftar Jalur SNMPTN 2018

Pengisian dan verifikasi pangkalan data siswa dan sekolah (PDSS): 13 Januari-10 Februari 2018. Pendaftaran SNMPTN: 21 Februari–6 Maret 2018

Minat Kuliah di Kampus Negeri? Ini Jadwal Daftar Jalur SNMPTN 2018
POS KUPANG/ISTIMEWA
Ilustrasi siswa sedang mengikuti ujian 

Baca: KPU Larang Foto Presiden dan Wapres Dijadikan Alat Kampanye, Gimana dengan Foto Petahana?

Karena awalnya, dikhawatirkan bila yang mengaku-aku sebagai dosen ITS tersebut pernah tercatat sebagai mahasiswa ITS.

Selain mengaku sebagai dosen ITS, dalam flyer yang diedarkan tesebut, juga ditulis bahwa yang bersangkutan sebagai panitia SNMPTN 2017 untuk pengolahan data primer dan juga sebagai manajer akademik lembaga bimbingan belajar Primagama di Jogjakarta.

“Di kepanitiaan pusat SNMPTN & SBMPTN pun tidak nama yang bersangkutan tercatat sebagai anggota panitia,” tutur Arif yang juga panitia SNMPTN & SBMPTN 2018.

Apalagi, menurut Arif, di susunan kepanitiaan SNMPTN & SBMPTN tidak pernah ada bagian yang melakukan pengolahan data primer seperti yang disebutkan oleh oknum yang bersangkutan tersebut.

“Tidak pernah ada bagian pengolahan data primer seperti itu di panitia SNMPTN & SBMPTN,” ujarnya.

Aksi yang dilakukan oknum ini diperkirakan sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir ini.

Data yang berhasil dihimpun ITS menemukan ada beberapa edaran dan berita kegiatan di antaranya berita kegiatan seminar di Banjarmasin pada tanggal 11 Februari 2015, edaran acara tanggal 22 Oktober 2016 di Pacitan, edaran tanggal 19 November 2017 di Bengkulu, dan yang terbaru berita kegiatan seminar tanggal 8 Januari 2017 di Bandar Lampung.

Semua kegiatannya ditujukan untuk siswa SMA dengan iming-iming diberi kiat khusus agar bisa lolos seleksi ujian SNMPTN & SBMPTN.

“Untuk itu, kami mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu dengan aksi yang dilakukan oleh oknum yang bersangkutan yang mengatasnamakan sebagai dosen ITS ini. Karena dimungkinkan oknum ini masih akan terus melakukan aksinya untuk kepentingan pribadi ,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Arif mengatakan bahwa ITS akan mempertimbangkan mengambil langkah-langkah hukum untuk menindak tegas oknum yang sudah mencatut nama ITS untuk kepentingan pribadinya tersebut.

Karena dianggap bisa merugikan baik pihak ITS maupun masyarakat sebagai konsumennya.

“Kami masih akan melakukan koordinasi untuk langkah selanjutnya,” kata Arif. (kompas.com)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved