Sekolah Peserta UNBK di NTT Meningkat Tahun 2018

alasan belum banyaknya sekolah yang mengikuti UNBK karena ada korelasi antara UNBK dan ketersediaan kelistrikan di sekolah di NTT

Penulis: Maria Enotoda | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ANY TODA
Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT Yohana E. Lisapaly. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Kepala Dinas Pendidikam dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohana E. Lisapaly mengatakan untuk pelaksanaan UNBK tahun 2018 ini jumlah sekolah peserta UNBK meningkat jumlahnya dari tahun 2017.

Hal ini disampaikan Yohana saat ditemui di ruangannya Rabu (14/2/2018).

"Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK sedikit meningkat tahun ini dibandingkan dengan tahun 2017 kemarin. Tapi kita dinas pendidikan amsihbterus berusaha untuk tingkatkan lagi," ujar Yohana.

Menurutnya pada tahun 2017 jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK berjumlah 100 lebih yaitu untuk SMK berjumlah 54 sekolah dan untum SMA lebih dari 54 sekolah.

Tahun 2018 sekolah yang mengikuti UNBK meningkat menjadi untuk SMK berjumlah 163 sekolah dan SMA berjumlah 190 lebih. Tetapi menurut Yohana jumlah tersebut belum mencapai 100% yang ditargetkan.

Baca: Rumah Perlindungan Perempuan Labuan Bajo Terus Menerima Korban Pengaduan

Baca: Nasi Goreng Jawa, Menu di Waroenk Podjok di Transmart Kupang

Baca: Bawaslu NTT Deklarasi Tolak Politik Uang

Ia juga mengatakan alasan belum banyaknya sekolah yang mengikuti UNBK karena ada korelasi antara UNBK dan ketersediaan kelistrikan di sekolah-sekolah di NTT.

Namun pihaknya akan berusaha dan berupaya agar tahun berikutnya tahun 2019 jumlah sekolah yang mengikuti UNBK meningkat dengan bantuan pemerintah pusat melalui APBN atau APBD agar semua sekolah di NTT bisa memilki ketersediaan listik yang bagus sehingga bisa jalankan UNBK.

"Karena dengan UNBK evektivitas ujian bisa kita dapatkan dan juga kita bisa meningkatkan objektivitas dalam penilaian ujian. Selain itu pengamanan serta efisiensi bisa lebih terjamin, kemampuan anak bisa dinilai secara objektif," pungkas Yohana. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved