Disnak NTT Masih Cari Pola Ukur Berat Sapi
Dany Suhadi mengatakan, selama ini pengukuran berat badan sapi dilakukan di tempat pembelian sehingga standar ukuran dari kabupaten.
Penulis: Hermina Pello | Editor: Kanis Jehola
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Hermina Pello
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Ir. Dany Suhadi mengatakan, selama ini pengukuran berat badan sapi dilakukan di tempat pembelian sehingga standar ukuran dari kabupaten.
"Kami terima rekomendasi dari kabupaten. Kemungkinan pada saat pengumpulan sapi itu bobotnya turun dan juga saat menunggu untuk pengangkutan karena kurang pakan," kata Dany di Hotel On the Rock, Rabu (14/2/2018).
Ke depannya, kata Dany, dinas akan perketat dalam hal berat sapi yang diberangkatkan tapi itu dilakukan secara bertahap.
"Masih cari pola yang baik dan untuk tahap pertama kita ambil sampel dulu karena kalau timbang satu per satu butuh waktu lama, satu ekor butuh waktu empat menit. Kalau 500 ekor, butuh waktu berapa banyak," katanya.
Saat ini yang sudah ada kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT adalah DKI Jakarta dan Bengkulu. Sedangkan dari Kalimantan baru penjajakan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/disnak-ntt-masih-cari-pola-ukur-berat-sapi_20180214_222856.jpg)