BREAKING NEWS: Hanyut Terbawa Air Kali Motabaen, Warga Numponi-Malaka Belum Ditemukan

Saat hendak menyeberangi kali, korban diduga tidak kuat menahan derasnya air kali Motabean hingga hanyut terbawa air.

BREAKING NEWS: Hanyut Terbawa Air Kali Motabaen, Warga Numponi-Malaka Belum Ditemukan
POS KUPANG/DION KOTA
Kepala Desa Numponi, Alfonsius Molo. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | BETUN – Warga Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur, Petrus Nana (70) hanyut terbawa derasnya air kali Motabaen, Rabu (14/2/2018) sore, saat hendak menyeberangi kali. Hingga saat ini, korban belum ditemukan.‎

Kepala Desa Numponi, Alfonsius Molo yang menghubungi Pos Kupang melalui sambungan telepon menceritakan, sekitar pukul 15.30 Wita korban pulang dari kebun jagung miliknya yang terletak di desa Kereana.

Saat hendak menyeberangi kali, korban diduga tidak kuat menahan derasnya air kali Motabaen hingga hanyut terbawa air.

Ia menuturkan, saat korban terbawa air, ada warga yang sempat melihat kejadian tersebut, namun karena derasnya air, warga tersebut tak berani menolong korban.

"Saat kejadian tersebut memang air kali Motabean sedang besar karena baru saja turun hujan. Semua air dari gunung turun ke kali sehingga debit air di kali Motabaen saat itu sangat besar. Korban diduga memaksakan diri menyeberangi kali sehingga hanyut terbawa air," ungkapnya.

Saksi mata yang melihat korban terbawa air kali Motabaen, lanjut Alfonsius, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan perangkat desa.

Mendapat informasi tersebut, Alfonsius bersama warga langsung melakukan pencarian terhadap korban dengan menyusuri sepanjang kali Motabean.

Hingga malam ini, warga baru berhasil menemukan parang serta celana milik korban yang hanyut terbawa air bersama korban.

"Parang korban ditemukan di Desa Fatukro, sedangkan celana korban ditemukan di Desa Kereana. Karena sudah malam, kita terpaksa menghentikan sementara proses pencarian korban dan baru melanjutkan pencarian keesokan paginya," jelasnya.

Ketika disinggung apakah kejadian tersebut sudah diinformasikan kepada pihak kepolisian, Alfonsius mengaku belum melaporkannya.

Ia mengaku, ketika mendapat informasi ada warga yang terseret air kali Motabean, benaknya hanya berpikir untuk segera melakukan pencarian.

Ia berjanji akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian sehingga bisa dibantu proses pencarian.

Selain itu, ia akan membangun komunikasi dengan para kepala desa yang wilayahnya berada di sepanjang kali Motabean dan sungai Benenain untuk ikut membantu proses pencarian.

"Malam ini juga akan saya laporkan ke pihak kepolisian. Saya juga akan kontak beberapa kepala desa yang wilayahnya di sepanjang kali Motabaen dan sungai Benenain untuk membantu mencari korban. Saya berharap korban bisa secepatnya ditemukan," tuturnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved