Dua Pengecer Pupuk Subsidi di Malaka Mundur, Alasannya Cukup Mengejutkan

Toko Himalaya dan Ramaya memutuskan untuk mundur sebagai pengecer pupuk subsidi dengan alasan yang berbeda.

Dua Pengecer Pupuk Subsidi di Malaka Mundur, Alasannya Cukup Mengejutkan
POS KUPANG/DION KOTA
Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Malaka sedang memantau ketersediaan pupuk subsidi di toko pengecer Fanny, Senin (12/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Senin (12/2/2018) sore, melakukan pengecekan ketersediaan pupuk pada tiga pengecer resmi di Kabupaten Malaka.

Saat melakukan pengecekan, dinas pertanian dikagetkan dengan informasi mundurnya dua pengecer pupuk bersubsidi di daerah itu.

Toko Himalaya dan Ramaya memutuskan untuk mundur sebagai pengecer pupuk subsidi dengan alasan yang berbeda.

Marius Boko pemilik toko Himalaya memutuskan untuk mundur sebagai pengecer pupuk subsidi karena lambatnya pendistribusian pupuk dan merasa jadi korban dari perbuatan orang lain.

Ia menceritakan, beberapa kali dipanggil pihak penegak hukum terkait dugaan penjualan pupuk di atas harga eceran.

Padahal, menurut Marius, penjualan pupuk di atas dilakukan oleh pihak lain.

"Kita dipanggil sana -sini padahal orang lain yang jual pupuk di atas harga eceran. Akhirnya, waktu saya habis cuma mondar-mandir ke penegak hukum untuk kasih keterangan. Padahal itu perbuatan orang lain," keluhnya.

Petugas Dinas Pertanian Malaka sedang melakukan pengecekan ke Toko Himalaya, Senin (12/2/2018).
Petugas Dinas Pertanian Malaka sedang melakukan pengecekan ke Toko Himalaya, Senin (12/2/2018). (ISTIMEWA)

Lambatnya pendistribusian pupuk bersubsidi, lanjut Marius, membuat dirinya sering menjadi korban amukan para petani.

Ia mengaku sering dimarahi para petani karena saat hendak membeli pupuk, namun pupuk belum ada.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved