Kualitas Rumah Subsidi Mendapat Perhatian
Kementrian PUPR sangat memperhatikan soal KPR bersusidi. Malah pihak PUPR mengharapkan agr memperhatikan soal ini
Penulis: Hermina Pello | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, pertumbuhan KPR bersubsidi yang cukup tinggi hingga 20 persen harus diikuti oleh kualitas rumah yang dijual.
Demikian, Sekretaris DPD REI NTT, Feri Bernadus kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (4/2/2018) mengutip apa yang disampaikan Menteri PUPR pada pembukaan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2/2018).
Menurut Menteri, pihak Kementerian PUPR bertanggung jawab untuk melindungi konsumen. Pertumbuhan KPR juga harus dibarengi pelayanan lebih baik kepada masyarakat mulai dari sanitasi, air bersih, dan kualitas rumahnya.
Menteri mengatakan, bertanggung jawab untuk mengawasi karena ada uang negara di situ.
Menurutnya, menteri Basuki mengatakan meningkatkan pengawasan rumah bersubsidi maka Kementerian PUPR sudah menyiapkan rancangan peraturan Menteri PUPR dan diharapkan rampung dalam waktu dekat dan bisa dilaksanakan tahun ini.
Dikatakan, spesifikasi teknis rumah layak huni sudah ada, namun implementasi dalam pembangunan rumahnya yang memerlukan peningkatan pengawasan.
Katanya, Kementerian PUPR menyalurkan bantuan pembiayaan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).
Melalui KPR FLPP, MBR menikmati uang muka 1 persen, bunga tetap 5 persen selama masa kredit maksimal 20 tahun, bebas PPn dan bebas premi asuransi.
Sementara syarat penerima subsidi diantaranya adalah gaji/penghasilan pokok tidak melebihi Rp 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak dan Rp 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/menteri-pu-pera-basuki-hadimuljono_20150603_125235.jpg)