DPRD Peringatkan Manajemen SPBU Wardun Labuan Bajo

"Masyarakat mengeluh karena banyak orang bebas isi BBM di SPBU Wardun menggunakan jeriken. Terkesan jeriken lebih diutamakan daripada kendaraan.

pos kupang/servan mammilianus
Suasana rapat dengar pendapat tentang BBM di DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (2/2/2018). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Servan Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - DPRD Kabupaten Manggarai Barat mengingatkan manajemen SPBU Wardun Labuan Bajo agar lebih profesional dalam mengelolah stasiun pengisian bahan bakar itu.

Peringatan disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan pemilik dan pengawas SPBU di Labuan Bajo, Jumat (2/2/2018).

Rapat berlangsung di ruang rapat lantai satu DPRD Kabupaten Manggarai Barat, dihadiri Pengawas SPBU Wardun Yohanes Ridus dan perwakilan SPBU Sernaru Marsel.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Blasius Jeramun beserta sejumlah anggota dewan di antaranya Ansel Jebaru, Marsel Jeramun, Saleh Muhidin menyampaikan sejumlah kejanggalan di SPBU tersebut.

"Masyarakat mengeluh karena banyak orang bebas isi BBM di SPBU Wardun menggunakan jeriken. Terkesan jeriken lebih diutamakan daripada kendaraan. Selain itu, warga melihat ada mobil tangki BBM baru saja selesai mengisi BBM di SPBU itu, tetapi kok selang satu jam langsung pasang plang dengan tulisan bensin habis. Padahal baru isi dari mobil tangki," kata Blasius Jeramun.

Ansel menegaskan bahwa penjual BBM eceran juga perlu ditertibkan terkait izin usahanya.

Dia menanyakan, kenapa pelayanan di SPBU Sernaru relatif lebih baik daripada di Wardun.

"Kesannya kalau di SPBU Sernaru relatif aman daripada di Wardun," kata Ansel.

Anggota dewan Marsel Jeramun menduga, ada orang dalam di SPBU Wardun yang turut bermain untuk membeli BBM di tempat itu, lalu menampung di rumahnya untuk dijual lagi.

Halaman
123
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved