Walikota Sebut Dumul Tidak Minta Jabatan
Ini penjelasan Walikota Kupang terkait denga sinyalemen menyangkut keributan yang terjadi di Kantor Walikota Kupang
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Yeni Rachmawati Tohri
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Terhitung sudah beberapa kali keributan terjadi Pemerintah kota Kupang. Baru-baru ini, pertengkaran terjadi antara Mantan Kasat Pol PP kota Kupang, Dumul Djami dan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah kota Kupang, Paulce Amalo, Senin (29/1/2018).
Ketika dikonfirmasi, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, Kamis (1/2/2018), menyampaikan bila ada keributan-keributan yang terjadi itu ada hukumannya.
Namun, mereka tidak berkelahi hanya tidak diselesaikan secara baik maka terjadi pertengkaran antara mereka berdua.
"Katanya pembicaraan agak kasar mendorong meja, Polce teriak-teriak. Sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik," katanya.
Menurutnya itu biasa. Dumul tidak datang untuk minta jabatan. "Mereka datang ada PIM2, kita jatah 20 orang. Tapi dari provinsi hanya mau kasih dua orang. Kalau hanya dua orang lebih baik tidak usah kedua-duanya. Ini jadi persoalan. Tapi memang kita juga salah hanya dapat dua, padahal sudah dibudgetkan 20 orang tapi hanya dua orang," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya Sekitar pukul 09.00 atau 10.00 Wita terjadi keributan di Kantor BKD kota Kupang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pos Kupang dari saksi, Senin (29/1/2018), Dumul Djami keluar dari ruangan Asisten II kemudian menuju ke ruangan BKD. Tiba-tiba keributan tersebut terjadi.
Pak Dumul sempat mendorong mejanya Polce Amalo sambil mengatakan Polce duduk di meja tersebut karena politis.
Infonya pak Dumul meminta orangnya untuk masuk dalam daftar PIM4, tapi pak polce menanggapi itu sesuai DUK.
Namun Pak Dumul terus saja berbicara, hanya saja Polce tidak mau. Tak lama kemudian keluar dari ruangan dan Polce berteriak mengatakan bahwa tidak ada politis-politis. Dirinya bukan kayak mereka yang minta-minta jabatan.
Ketika dikonfirmasi via telepon, Senin (29/1/2018), Dumul, menampik adanya keributan di kantor BKD kota Kupang.
"Sonde ada ribut. Orang yang kasih informasi mangkali dong yang ribut mungkin. Kalo beta sonde, ada aman-aman sa. Beta ribu buat apa. Kalau ada yang beri keterangan rame-rame ya minta keterangan dari donk sa to," tuturnya.(*)