Nilai Tukar Petani Lebih Baik, Harga Gabah Naik 23 persen

Ternyata nilai tukar petani di NTT cukup baik. Ini penjelasan dari Kepala BPS NTT

Nilai Tukar Petani Lebih Baik, Harga Gabah Naik 23 persen
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Ilustrasi - Petani di sawah irigasi Lembor, sedang memanen hasil pekerjaan lahan pada musim tanam pertama 2017 lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Nilai tukar petani (NTP) bulan Januari 2018 sebesar 104,79 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 108,81.

Untuk subsektor tanaman padi palawija, 102,68 untuk sub sektor hortikultura, 98,65 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat dan 107,28 untuk sub sektor peternakan serta 109,98 untuk subsektor perikanan.

Dengan NTP ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan atau daya beli dan daya tukar petani di pedesaan menurun.

Hal ini disebabkan karena biaya produksi pertanian dan kebutuhan sehari-hari rumah tangga petani meningkat tetapi masih lebih tinggi dibandingkan penerimaan petani.

Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia pada saat jumpa pers di aula BPS Provinsi NTT, Kamis (1/2/2018).

Maritje didampingi Kabid statistik distribusi Demarce M Sabuna dan Kabid statistik produksi Sofan.

Dijelaskan, di daerah pedesaan terjadi inflasi pada bulan Januari 2018 sebesar 0,48 persen. Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah bahan 0,48 persen, perumahan 0,22 persen, makanan jadi 0,20 persen, sandang 0,38 persen, kesehatan 0,43 persen, Pendidikan 0,15 persen dan transportasi 1,20 persen.
Inflasi pedesaan year on year 1,04 persen.

Maritje mengatakan, untuk harga gabah di tingkat petani pada bulan Januari 2018 terjadi peningkatan 23 persen. Harga gabah pada bulan Desember 2017 Rp 5.075/kg sedangkan bulan Januari 2018 Rp 6250/kg.

Harga gabah di penggilingan juga naik 18,52 persen. Harga gabah di tingkat penggilingan bulan Desember 2017 Rp 5400/kg dan bulan Januari 2018 Rp 6400/kg.

Harga beras di penggilingan juga naik. Untuk beras premium naik 3,09 persen yakni dari Rp 9700/kg menjadi Rp 10.000/kg sedangkan beras medium naik 2,83 persen dari Rp 9200/kg menjadi Rp 9450/kg.

"Harga di tingkat penggilingan saja sudah naik apalagi di pedagang,' ujarnya. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved