Sadis! Ayah Kandung Tega Menghabisi Anak Kandungnya Yang Masih Belia

Entah karena apa, tiba-tiba saja seorang ayah di Wolotopo, Kabupaten Ende menganiaya anaknya sendiri hingga tewas

Sadis! Ayah Kandung Tega Menghabisi Anak Kandungnya Yang Masih Belia
Istimewah
Pelaku penganiayaan terhadap anak, YD di Kabupaten Ende

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - YD, warga Desa Wolotopo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende diketahui nekat menghabisi nyawa anaknya sendiri yang masih berusia tiga tahun.

Kapolsek Ndona, Iptu Syarifudin mengatakan, hal itu melalui pesan WA yang dikirim kepada Pos Kupang, Senin (29/1/2018).

Kronologis kejadianya, menurut Iptu Syarifudin dalam pesan WA, bahwa pada Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 21.00 Wita ada kejadian di rumah adat (sao atalaki ) pelaku atas nama YD yang diindikasi mengalami gangguan kejiwaan dari penuturan keluarga dan warga desa setempat telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban anak kandungnya sendiri.

Pelaku menggunakan batu kali yang digenggamnya saat korban tidur dan tidak digendong oleh ibunya pada saat terlapor mengamuk tanpa sebab pada istrinya dan keluarganya yang sedang menonton TV di depan beranda atau serambi luar (sao adat atalaki) sehingga korban yang sedang tidur mengalami luka di bagian belakang kepala.

Akibat penganiayaan itu, banyak keluar darah dari hidung, mulut dan di belakang kepala korban.

Atas kejadian tersebut pelapor bersama warga desa dan kerabat keluarga melakukan pasung sementara dengan cara mengikat tangan dan kaki agar pelaku tidak melakukan tindakan lain yang merugikan orang lain.

Dikatakan, kronologis kasus penganiaayan yang terjadi pada, Jumat (26/1/2018) sekitar jam 21.00 Wita di TKP rumah adat Sa'o Atalaki duduk Wawo Sumba RT. 004 RW. 002 Desa Wolotopo Timur, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende yang dilakukan oleh tersangka Yeremias Dika terhadap anak kandungnya yang bernama Amelia Nita alias Amel berumur 3 tahun.

Dikatakan, berdasarkan keterangan para saksi menyebutkan pelaku mengalami gangguan jiwa.

Dari penuturan keluarga dan warga setempat pelaku melakukan tindakan penganiyaan terhadap korban yang merupakan anak kandungnya sendiri dengan cara menggunakan batu dan potongan bambu yang digenggamnya pada saat korban sedang tidur diatas bale-bale teras rumah Sao atalaki.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved