Persekutuan Arab Serahkan Tentara Anak ke Yaman

Semua anak-anak itu dilaporkan diangkut ke Provinsi Marib, Yaman Utara, yang berada di bawah kendali pemerintah Yaman.

Persekutuan Arab Serahkan Tentara Anak ke Yaman
(REUTERS/Khaled Abdullah )
Pejuang Houthi berada di belakang truk patroli saat mengamankan lokasi berkumpulnya suku pendukung Houthi di wilayah pedesaan dekat Sanaa, Yaman, Kamis (21/7/2016).

POS KUPANG.COM - - Persekutuan militer pimpinan Arab Saudi, yang bertempur di Yaman, menyerahkan 27 tentara anak-anak kepada pemerintahan setempat di bawah kepemimpinan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang diakui secara internasional.

"Petempur kudeta Houthi memaksa anak-anak dan remaja Yaman berperang, mendorong mereka ke medan perang dan menggunakannya dalam gerakan gagal," demikian pernyataan persekutuan militer itu, layaknya dikutip Reuters.

Semua anak-anak itu dilaporkan diangkut ke Provinsi Marib, Yaman Utara, yang berada di bawah kendali pemerintah Yaman.

Anak-anak tersebut dipenjara saat berperang dengan petempur Houthi, yang bersekutu dengan Iran di perbatasan Arab Saudi, catat Pusat Komunikasi Internasional Riyadh, mengutip sumber resmi, yang tidak disebutkan namanya.

Human Rights Watch mengatakan dalam laporan sebelumnya bahwa kedua pihak dalam perang Yaman menggunakan tentara anak-anak.

Persekutuan negara Arab pimpinan Arab Saudi melakukan campur tangan dalam perang Yaman pada Maret 2015 ketika kelompok Houthi bergerak maju di kota pelabuhan selatan, Aden, dan memaksa Hadi dan pemerintahannya ke pengasingan di Arab Saudi.

Sebelumnya, Yaman, yang dilanda perang selama tiga tahun, berada dalam bahaya kelaparan pada 2018 jika pertempuran terus mengganggu pasokan pangan.

Dalam skenario terburuk, negara bergolak itu "menghadapi ancaman kelaparan" jika gangguan impor berkepanjangan dan melalui dua pelabuhan Laut Merah, kata pakar lembaga bantuan, yang berkantor di Amerika Serikat.

Lebih banyak orang diperkirakan kelaparan pada Juli 2018 jika dibandingkan dengan bulan sama tahun lalu, tambah Jaringan Sistem Peringatan Dini Kelaparan dalam ulasan terkininya, yang berpusat pada kebutuhan makanan untuk bulan Juli.

Persekutuan militer pimpinan Arab Saudi, yang memerangi gerakan Houthi dukungan Iran, menutup pelabuhan utama, bandar Hodeidah, pintu masuk utama pangan dan pasokan kemanusiaan, dan pelabuhan Saleef, pada awal November.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved