Pariwisata Bahari NTT Perlu Dikembangkan

Seminar Nasional Pembangunan Perikanan dan Pariwisata di NTT di Hotel T-More Kupang, Sabtu (27/1/2018).

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Alfons Nedabang
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Jotham Ninef memaparkan materi tentang pengembangan pariwisata di NTT, termasuk wisata bahari. Seminar berlangsung di Hotel T-More Kupang, Sabtu (27/1/2018) 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - "Wisata bahari perlu dikembangkan secara serius di NTT saat ini. Potensi wisata ini cukup memiliki prospek."

Demikian dikatakan Jotham Ninef pada acara Seminar Nasional Pembangunan Perikanan dan Pariwisata di NTT di Hotel T-More Kupang, Sabtu (27/1/2018).

Selain Jotham Nief, pembicara lain dalam seminar tersebut adalah Alfred Kase.

Seminar dimoderatori Pdt. Semuel Niti.

Kegiatan ini diselenggarakan DPD Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi NTT.

Jotham mengatakan, potensi wisata bahari di NTT seperti obyek pantai dan laut, mangrove, terumbu karang, paus, lumba-lumba, spesies eksotik dan perkampungan nelayan.

"Ada juga budaya atau tradisi masyarakat nelayan atau pesisir serta pemandangan dan panorama alam," katanya.

Dijelaskan, selain potensi obyek wisata bahari yang harus dikembangkan, ada juga pola wisata bahari, yaknu wisata jalan-jalan/touring, wisata rekreasi, wisata budaya dan budaya maritim.

"Jadi semua potensi dan juga pola wisata bahari yang ada harus dipertahankan dan dikembangkan, sehingga bisa memberi dampak pada pariwisata NTT. NTT ini cukup potensi wisata bahari, karena laut sendiri lebih luar dari daratan," ujar Jotham.

Dia mengatakan, wisata pantai di NTT tersebar hampir di semua wilayah kabupaten, terutama di pulau-pulau kecil dan pantai alam seperti di Pulau Sumba, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, Flotim, Lembata, Alor, Belu, TTU, TTS, Kupang, termasuk di Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua.

"Ada juga wisata mancing, diving dan snorkeling, wisata melihat paus di Lembata dan taman laut di Alor, Manggarai Barat. Tentu semua potensi ada di wisata bahari hanya tinggal dikembangkan," ujarnya.

Alfred Kase mengatakan, beberapa potensi wisata bahari seperti di Maumere, pink beach di Manggarai Barat, Nihiwatu di Sumba, alam bawa laut yang indah di Alor.

Dia juga mengakui, ada obyek yang menarik wisatawan di wisata bahari seperti di Nemberala, pantai Kolbano, Pantai Liman di Semau, Pulau Kera serta Wisata Mangrove di Kota Kupang.

"Potensi wisata bahari di NTT sangat banyak serta memiliki sumber daya keanearagaman di sektor perikanan dan pariwisata. Semua ini harus ditunjang dengan modal, SDM, dan kebijakan pemerintah," kata Kase.

Sedangkan persoalan yang harus dihindari, yakni konflik pemanfaatan wilayah untuk wisata bahari.(*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved