Pius Weraman Imbau Lulusan Epidemiologi Ikut Program FETP

Hal ini ditujukan kepada mereka yang bekerja di sektor kesehatan dan lebih khusus lagi peminatan epidemiologi.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN-
Para peserta sosialisasi FETP di Hotel Sotis, saat ikut sosialisasi, Kamis (25/1/2018). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Direktur Field Epidemiology Training Program (FETP) Indonesia, dr. I Nyoman Kandun, MPH, mengatakan, FETP adalah program pendidikan gelar purna waktu selama 2 tahun yang memadukan pelajaran di kelas dengan pengalaman lapangan.

I nyoman, menjelaskan, proporsi pembelajaran di kelas 30% dan penugasan praktek lapangan 70%. Hal ini ditujukan kepada mereka yang bekerja di sektor kesehatan dan lebih khusus lagi peminatan epidemiologi.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur FETP Indonesia dr. I Nyoman Kandun, MPH dalam acara sosialisasi FETP yang digelar di Hotel Sotis Kupang, Kamis,25/1/2018.

"Program ini kami buka dengan harapan ada peserta dari NTT yang mendaftar. Sebab lulusan FETP akan mampu bekerja di mana saja di lingkungan kesehatan. Soal biaya tidak perlu dipikirkan sebab akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah. Intinya lulus tes," jelas Nyoman.

Ia mengatakan, keunggulan program ini adalah para alumninya akan mampu melakukan kajian KLB berkaitan dengan PD3I, Evaluasi sistem surveilans, Analisa data surveilans (Nasional, Propinsi dan Kabupaten), Preparedness dan Response, Investigasi KLB dan memberikan Pelatihan.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Daerah NTT Dr. Pius Weraman SKM, M.Kes yang juga salah satu alumni FEPT, mengimbau agar anggota profesi PAEI yang masih bergelar S1 agar dapat mengambil program tersebut.

"Ini program yang sangat bagus untuk meningkatkan kapasitas. Saya menghimbau agar semua anggota PEAI NTT lebih khususnya yang berstatus ASN agar dapat mengambil program ini untuk membantu daerah dalam hal Surveilans penyakit menular dan tak menular seperti; penyelenggaraan kegiatan, pengumpulan data, pengolahan data dan interpretasinya," jelas Dr. Pius.

Selain itu menurut Dr. Pius, dapat membantu Pengendalian Penyakit, mengukur penyebaran penyakit, mengendalikan sumber penularan dan penyebarluasan informasi yang akurat serta mampu melakukan Pengumpulan dan pengolahan data secara umum untuk pengambil kebijakan.

Dr. Pius menjelaskan FETP adalah program pendidikan dibidang epidemiologi lapangan berbasis kompetensi yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan lima Universitas di Indonesia.

" Program FETP ini merupakan program pendidikan S2 di bidang epidemiologi lapangan dan kurikulumnya memiliki komponen kelas dan komponen lapangan. Untuk memastikan alumni FETP memiliki kompetensi sebagai ahli epidemiologi lapangan, kurikulum FETP disusun kegiatan lapangan harus dilakukan minimum 68 minggu selama masa pendidikan," jelasnya.

Ia mengatakan, kegiatan lapangan FETP merupakan komponen yang sangat penting karena dalam kegiatan lapangan tersebut diharapkan mahasiswa FETP akan mendapatkan pengalaman dalam memecahkan masalah kesehatan-masyarakat (public health) menggunakan pendekatan Epidemiologi yang telah dipelajari.

"NTT sendiri masih kekurangan tenaga epidemiologi oleh sebab itu program ini sangat membantu memenuhi kekurangan tersebut," papar Dr. Pius. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved