Misteri Kematian Abia Diterkam Buaya, Diyakini Ada Penghuni Pantai Warga Gelar Ritual Adat

Tempat ini merupakan tempat yang menjadi pusat ritual adat untuk kejadian yang seperti dialami korban.

Misteri Kematian Abia Diterkam Buaya, Diyakini Ada Penghuni Pantai Warga Gelar Ritual Adat
ISTIMEWA
Jenasah Absalom di pantai Wini TTU 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM---Sebelum Abia Sala Dopong alias Beri (26) ditemukan Kamis (25/1/2018), para tua adat di Wini bersama keluarga korban melakukan ritual adat di muara di lokasi Kualnai.

Tempat ini merupakan tempat yang menjadi pusat ritual adat untuk kejadian yang seperti dialami korban.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Humusu, Alfidus Bana, saat dihubungi Pos Kupang, Jumat (26/1/2018).

Menurut Bana, ritual adat dilakukan, Senin (22/1/2018). Tujuannya untuk memanggil kembali arwah korban untuk. Hewan yang dipersembahkan adalah babi satu ekor.

Menurut Bana, sebelum korban diterkam buaya, tidak ada tanda-tanda khusus alam di Wini, seperti hujan atau angin.

Menurut Bana, menurut cerita nenek moyang, ada beberapa tempat yang dinilai memiliki penghuni seperti di muara Kualnai, pantai Wini dan Tanjung Bastian. Penjaga alam ini bermacam-macam, salah satunya buaya.

Cerita dari nenek moyang itu diyakini masyarakat Wini, karena memang ada peristiwa yang mereka saksikan seperti orang tenggelam dan orang diterkam buaya.

"Sekitar tahun 2000-an, ada anak diterkam buaya di pantai Wini tapi itu anak selamat. Sekarang ada lagi orang diterkam buaya tapi mayatnya bawa pulang dalam keadaan utuh," kata Bana.

Dari sekian peristiwa itu, masyarakat setempat menyakini bahwa sepanjang pantai dari Wini sampai Tanjung Bastian ada penghuninya.

Halaman
123
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved