Ketua PHRI NTT Tantang Pemerintah Melibatkan Masyarakat

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) /Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi NTT, Fredy Ongkosaputra

Ketua PHRI NTT Tantang Pemerintah Melibatkan Masyarakat
POS KUPANG/DION DB PUTRA
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu (kanan) saat memandu diskusi di ruang redaksi Pos Kupang, Kamis (25/1/2018). 

POS KUPANG.COM -- Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) /Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi NTT, Fredy Ongkosaputra, menantang pemerintah agar membangun pariwisata NTT melibatkan masyarakat dan berani mengubah paradigma. Masyarakat di lokasi wisata harus dipersiapkan untuk menerima perubahan.

"Saya suka ini, apalagi kalau bupati-bupati sudah duduk bersama, maka saya yakin akan terwujud rencana bersama. Saya tantang komitmen para bupati yang ada untuk melibatkan masyarakat," tegas Fredy dalam diskusi pariwisata di redaksi Pos Kupang, Kamis (25/1/2018).

Ia mengharapkan, jika ada gagasan membangun pariwisata bahari, bisa menambahkan Kabupaten Rote Ndao dan Ende. "Jika ini ditambahkan, akan ada nilai tambah dari pengembangan pariwisata NTT. Saya hanya sampaikan saja karena keputusan dan wewenang ada di pemerintah," ujarnya.

Baca: Walikota Kupang Pastikan Bangun Marina, Inilah Nilai Investasinya

Fredy menyebut titik-titik yang bisa disatukan melalui pengembangan wisata bahari. Kupang, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Timur, Labuan Bajo. Begitu juga Lembata, Flores Timur, Sikka dan terus ke Labuan Bajo. Jika pemerintah berkomitmen, demikian Fredy, maka masing-masing siapkan dan membicarakan secara intens. Sebab untuk melakukan perubahan harus diikuti tindakan nyata.

"Kita lihat di obyek-obyek wisata, masih banyak obyek wisata yang tidak ada tempat sampah. Ini belum diperhatikan secara optimal," katanya.

Terkait usulan Bupati Belu, Willy Lay, soal pinisi (kapal layar) untuk mendukung pengembangan wisata bahari di lima bahkan tujuh kabupaten, termasuk Ende dan Sabu Raijua, menurut Fredy, minimal harus ada empat unit pinisi.

Baca: Pemerintah Kabupaten Belu Gelar Festival Musim Dingin di Tempat Eksotis Ini

"Kalau kita serius, kita harus siapkan pinisi. Pinisi tidak mahal, kita sepakat bisa siapkan tiga atau empat unit sudah bisa melakukan lintasan pariwisata," tambahnya. Fredy juga meminta Pemerimntah Kota Kupang mengadakan bus-bus pariwisata.

Komisaris PT Timor Media Grafika, Damyan Godho memberi tanggapan atas obsesi lima bupati membentuk kawasan pariwisata bahari. Damyan mengatakan, dalam menyusun program pengembangan pariwisata ke depan harus dilihat lagi agar tidak tumpang tindih.

"Semua hebat dalam bicara pengembangan pariwisata bahari. Tapi tidak ada yang fokus membangun masyarakat kita," tegas Damyan.

Damyan menyoroti apa yang dilakukan Dinas Pariwisata NTT. "Pemerintah pernah membentuk badan promosi pariwisata pusat dan daerah, saya salah satu anggota badan promosi pariwisata NTT. Namun, kami yang sukarela mau membantu dinas pariwisata malah tidak didukung," katanya.

Pada musim liburan, demikian Damyan Godho, orang NTT tidak mesti berwisata ke luar NTT. "Kita dorong agar saat libur, orang NTT bisa berwisata ke Lembata atau ke Labuan Bajo," ujarnya. (yel)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved