Jumat, 10 April 2026

Warga Matani Mengeluh Soal Ini Untuk Pemerintah Kabupaten Kupang

Keluhan soal genangan air tergenang di badan jalan sudah lama disampaikan warga Matani, Kabupaten Kupang

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Gordi Donofan
Genangan air di jalan menuju Biara Claret 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS KUPANG. COM | KUPANG - Beberapa warga di Jalan Claret Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupten Kupang mengeluh.

Mereka mengeluh karena genangan air di badan jalan tersebut hampir setiap musim penghujan selalu ada.

Mereka mengaku sudah bosan dengan kondisi jalan dengan genangan air yang mengganggu kenyamanan bagi pengendara yang melintas jalur tersebut.

Selain itu bisa menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

Berto Nafi, seorang warga yang ditemui Pos Kupang di lokasi genangan air tersebut mengatakan, jika musim penghujan genangan air hingga 30-50 Centi Meter.

Ia mengungkapkan genangan air tersebut seperti sebuah kolam yang dapat mengganggu pengendara ketika melintas.

Genangan air di jalan menuju Biara Claret
Genangan air di jalan menuju Biara Claret (Pos Kupang/Gordi Donofan)

"Kalau pelihara ikan di sini pasti hidup karena air tidak akan habis. Karena genangan terus. Air juga tidak bisa terkuras karena memang kondisinya seperti lembah. Ini kolam baru jadi ikan bisa hidup, " ungkap Berto, Minggu (21/1/2018).

Warga lain, Dilo Mani, mengatakan, genangan air di kawasan itu sudah tiga minggu yang lalu. Karena hujan hampir turun setiap hari maka air tidak akan habis dan malah semakin bertambah.

"Mana jalan mau tidak cepat rusak kalau modelnya seperti kolam. Harus ada drainase supaya air bisa mengalir lewat drainase. Ini tidak ada. Malah tambah parah," ungkapnya.

Ia mengharapkan agar dinas terkait cepat turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Kalau tidak maka akan menjadi masalah yang tak akan pernah habis. "Semoga mereka bisa perhatikan," ujarnya.

Warga lain, Neno Bain, mengaku pernah ada pengendara bermotor yang kecebur di genangan air tersebut.

"Ada itu hari pas malam hari om satu jatuh karena di dalam genangan air ada lubang sehingga ia jatuh, "ujarnya.

Ia mengaku kalau tidak diperbaiki maka aspal jalan rusak dan bisa banjir.

"Kalau mau lewat nanti bisa pakai sampan. Karena biasanya air genangan tinggi to," ujarnya lalu tertawa.

Pantauan Pos Kupang Minggu, (2/1/2018), di sepanjang jalan Claret terdapat beberapa titik genangan air yang cukup lebar dan panjang.

Diantaranya sebelum biara Claret, setelah biara Claret dan setelah cabang Gereja St. Kristoforus Matani. Kondisinya sangat memrihatikan. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved