Breaking News:

Tenaga dan Waktu Terbatas, BPN TTU Akui Tidak Capai Target Urus Sertifikat Tanah

tenaga terbatas, peralatan kurang memadai dan waktu yang diberikan sangat singkat yakni enam bulan.

POS KUPANG/TENI JENAHAS
Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanaan, Agustinho Eco. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teny Jenahas

POS-KUPANG.COM|KEFAMENANU--Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Timor Tengah Utara tidak mencapai target dalam mengurus sertifikat tanah di wilayah TTU tahun 2017.

Pemerintah pusat memberi target pengurusan sertifikat sebanyak 17.000 bidang, tetapi realisasi hanya 8.480 bidang.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten TTU, Jeny Selfiana, S.E melalaui Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanaan, Agustinho Eco kepada Pos Kupang, Kamis (18/1/2018).

Menurut Eco, BPN Kabupaten TTU tidaka mencapai target karena kendala tenaga terbatas, peralatan kurang memadai dan waktu yang diberikan sangat singkat yakni enam bulan.

Menurut Eco, pemerintah pusat memberi target bagi BPN TTU untuk mengurus sertifikat tanah gratis bagi masyarakat di TTU tahun 2017 sebanyak 17.000 bidang. Program dari mulai dilaksanakan pada Juni 2017 hingga Desember 2017, sehingga dari target 17.000 bidang, BPN TTU hanya menyelesaikan 8.480 bidang tanah.

"Kita target 17.000 ribu bidang tetapi realisasi hanya 8.480 bidang. Kendalanya, waktu sudah mepet karena mulai di pertengahan tahun. Terus tenaga teknis dan peralatan masih kurang," kata Eco.

Ia mengatakan, 8.480 sertifikat tanah sudah jadi dan dalam waktu dekat akan dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di 42 desa dan 14 kecamatan di Kabupaten TTU.

Menurut Eco, selain kendala teknis di internal BPN, ada juga kendala di tingkat masyarakat.

Masyarakat memandang pengurusan sertifikat tanah belum menjadi kebutuhan.

"Masyarakat melihat pengurusan sertifikat tanah belum menjadi kebutuhan. Mungkin kalau tanah diukur, pajak naik," kata Eco.

Eco menambahkan, tahun 2018, BPN TTU diberi target untuk mengurus sertifikat 8.000 bidang tanah. Pengurusan sertifikat tanah dilakukan secara gratis. Pemilik tanah hanya menyiapkan biaya meterai dan pilar. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved