Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Ini Tujuan Walikota Kupang Minta Sekda Agar Kelurahan Segera Ambil Bansos Rastra

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengharapkan agar kelurahan segera ambil rastra. Ini tujuannya

Penulis: Hermina Pello | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/ Hermina Pello
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga (ketiga dari kiri) bersama Walikota Kupang, Jefirstson R Riwu Kore (kedua dari kiri) , Kepala Bulog Divre NTT dan peserta High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang foto bersama usai rapat di ruang rapat kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Kamis (18/1/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Perum Bulog Divre NTT ditargetkan mendistribusikan beras medium dalam operasi pasar mulai 6 Januari hingga 31 Maret 2018 sebanyak 3.400.000 kg. Sampai saat realisasi mencapai 663.790 kg.

Saat ini, realisasi di delapan pasar di NTT, dengan 58 distributor, mitra Rumah Pangan Kita (RPK). Bulog akan menambahkan pedagang yang menjual beras medium agar harga beras medium tidak naik bahkan diharapkan bisa turun.

Beras medium yang dijual dalam operasi pasar kualitasnya hampir sama dengan beras premium.

Kepala Bulog Divre NTT, Efdal Marilius Sulaiman pada acara high level meeting (HTM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang foto bersama usai rapat di ruang rapat kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Kamis (18/1/2018) mengatakan dari 22 kabupaten/kota di NTT, operasi pasar sudah dilakukan di 11 daerah dan realisasi terbanyak di Divre Kupang sebanyak 293.396 kg dengan jumlah titik ada enam pasar di 27 kioas, empat RPK dan satu BUMDes.

Dalam melaksanakan operasi pasar tahun 2018 berdasarkan surat menteri perdagangan RI nomor 31/M-DAG/SD/1/2018 tanggal 5 Januari bahwa perum bulog melaksanakan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan beras medium dengan harga penjualan maksimal Rp 100/kg dibawah HET dimana HET Rp 99.50/kg sehingga Bulog menjual dengan harga Rp 9850/kg.

Dalam operasi pasar ini, satgas pangan Polda NTT ikut mengawal seluruh mekanisme untuk menghindari terjadinya penyimpangan.

Target dari operasi pasar 2018 adalah menjaga harga beras tetap stabil bahkan menurun mendekati HET, operasi pada masa tanam dan kerjasama diperluas.

Mengenai ketahanan stok beras di perum Bulog Divre NTT saat ini untuk beras mencapai 4,3 bulan. Untuk beras di gudang 24.386 ton dan akan datang lagi 12.759 ton sehingga total 37.145 ton, beras komersial 933 ton dan akan datang lagi dua ton sehingga total 935 ton, gula pasir 2464 ton ditambah 499 ton dalam perjalanan sehingga total menjadi 2963 ton, bawang putih 26 ton, bawang merah satu ton, tepung terigu 16 ton dan minyak goreng 132.378 liter.

Menurut Efdal, salah satu cara untuk menstabilkan harga adalah dengan mempercepat penyaluran bansos rastra 2018.

Efdal mengatakan pagu bansos rastra untuk NTT sebanyak 53.478.360 kg untuk 452.523 Keluarga Penerima Manfaat dan pagu per bulan sebanyak 4.525.230 kg.

Bansos rastra ini gratis dan setiap KPM hanya mendapatkan 10 kg per bulan.

Efdal mengatakan untuk Kota Kupang bansos rastra akan dilaunching pada Jumat (19/1/2018) dan dia mengharapkan kehadiran dari Walikota Kupang.

Walikota Kupang, Dr Jefirstson R Riwu Kore yang memimpin HLM TPID Kota Kupang meminta kepada Sekda agar kelurahan segera mengambil bansos rastra untuk mencegah terjadinya inflasi di Kota Kupang. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved