Investor Garam Survei Lahan Tambak di Pulau Solor

Investor asal Jakarta melakukan sosialisasi terkait dengan upaya invetasi tambak garam di Solor

Investor Garam Survei Lahan Tambak di Pulau Solor
Istimewah
Investor dan staf kemenko kemaritiman melakukan sosialisasi kepada masyarakat Solor Selatan Selasa (16/1/2018)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Investor Garam dari Jakarta datang bersama staf Menko Kemaritiman melakukan survei lahan untuk tambak garam di Solor, Flores Timur Selasa (16/1/2018).

Mereka bertemu dengan masyarakat di Solor Selatan dan Solor Barat. Didampingi Kabag Humas Setda Flotim Katarina Rin Riberu dan Kepala Dinas DKP Erna Dasilva.

Investor dan staf khusus kementerian ini sebelumnya sudah bertemu dengan Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon.

Bupati Anton Hadjon kepada Pos Kupang.com Selasa (16/1/2018) menjelaskan, kedatangan investor dan staf khusus Menko Kemaritiman ini sebagai tindak lanjut janji menteri saat kunjungannya di Larantuka.

Lokasi yang direkomendasikan pemerintah, kata Bupati Anton, yakni tiga desa di Solor Barat.

Tim investor dan staf khusus menko kemaritiman survei lokasi yang akan dibuka tambak garam di Solor Selatan Selasa (16/1/2018)
Tim investor dan staf khusus menko kemaritiman survei lokasi yang akan dibuka tambak garam di Solor Selatan Selasa (16/1/2018) (Istimewah)

"Tiga desa di Solor Barat itu bagian selatan dan tiga desa di Solor Selatan itu juga bagian selatan," kata Bupati Anton.

Bupati Anton menambahkan sebelumnya tengah melirik Meko di Adonara. Akan tetapi di sana masih kesulitan lahan.

Selanjutnya, setelah sosialisasi, diskusi dan berdialog dengan masyarakat, investor selanjutnya akan membangun tambak garam dalam skala besar.

Pemasaran produk garam itu pun akan dikemas dalam bentuk garam Yodium. Tidak seperti yang terjadi selama ini.

"Selama ini di Meko jual secara kelompok dan hasilnya dikumpulkan. Ke depan kita memikirkan jual garam beryodium," kata Bupati Anton.

Harap bupati Anton kehadiran para investor ini bisa menekan asa masyarakat nelayan yang gemar mengebom ikan.

"Kita sosialisasikan investasi garam kepada masyarakat sambil ingatkan jangan bom ikan, jangan pakai potas," kata Bupati Anton. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved