Ahok Gugat Cerai Veronica

Ahok Patah Hati Ketika Mengetahui Veronica di Singapura Bersama Julianto Tio

Ahok mengajukan gugatan cerai ke istrinya dari balik jeruji penjara Mako Brimob.

Ahok Patah Hati Ketika Mengetahui Veronica di Singapura Bersama Julianto Tio
ahok dan vero 

Namun, Selasa (9/1/2018), suasana kantor itu terlihat sepi.

Sejumlah petugas J&T Express mengaku tidak mengenai sosok Julianto.

"Tumben tak buka, biasanya sebelum jam 8 sudah buka, ada ibu-ibu bersih-bersih. Ini tumben. Kemarin masih buka, baru hari ini tak buka. Biasanya banyak orang-orang etnis Tionghoa lalu-lalang, tetapi kalau pemiliknya tidak tahu," tuturnya, Selasa (9/1/2018).

Sementara itu, seorang petugas satpam yang berjaga di ruko mengaku tidak mengenal Julianto Tio.

"Saya cuma jaga saja. Enggak kenal sama pemiliknya," tambahnya.

Jawaban Adik

Badai itu datang di akhir Tahun Ular Api dan sebulan menjelang Tahun Anjing Tanah (16 Februari 2018). Ahok shio kuda (1966), sedangkan istrinya shio ular (1977).

Hari Jumat (5/1/2018) pekan lalu, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Utara, diam-diam, Ahok mengugat cerai ke istri yang dia nikahi sejak 20 tahun lalu.

Bukan gugat cerai belaka, mantan anggota DPR-RI ( 2009 –2012), juga mengajukan hak asuh atas tiga anaknya; Nicholas Sean Purnama (19t ahun), Nathania Purnama (17tahun), dan Daud Albeenner Purnama (12 tahun).

Ahok mengajukan gugatan cerai ke istrinya dari balik jeruji penjara Mako Brimob cabang Rutan Salemba, Depok, Jawa Barat.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara, memvonis Ahok 2 tahun penjara di kasus penistaan agama, tahun 2016 lalu.

Sejatinya mantan Bupati Belitung Timur, Provinsi Bangka-Belitung (Agustus 2005 – Desember 2006) ini masih harus menghabiskan 554 hari di terungku besi.

Gugatan cerai diajukan pada hari ke-186 dia dipenjara, atau 107 hari setelah perayaan ulang tahun ke-20 perkawinannya dengan gadis kelahiran Medan, Sumatera Utara itu, 6 September 2017 lalu.

Melalui dua pengacaranya, termasuk adik kandungnya,-, tahapan perceraian ini akan masuk fase mediasi, atau mengakurkan keduanya sebelum masuk tahapan sidang, dua pekan depan.

Pemicu perceraian, masih misteri.

Pengacara Fifi Lety Tjahaja Purnama, yang juga adik kandung Ahok-, mengatakan alasan perceraian “sangat pribadi.”

"Mohon maaf Ini sangat pribadi Mohon Doa semua ya Gbu all trims ksh atas Doa dan perhatiannya," tulis Fifi melalui akun Twitter @fifiletytjahajapurnama.

Pengacara lainnya, Josefina Agatha Syukur, membantah adanya “orang ketiga”.

"Saya nggak pernah bilang begitu dan dalam gugatan kami ada dan sudah jelas sekali alasannya. Saya nggak mau bicara rumor. Secara kode etik, saya nggak boleh sampaikan karena ini ranah privat sekali," ujar Josefina, di kantor pengacara Law Firm Fifi Lety Indra & Partners di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2017) siang.

Ahok dan Vero, juga belum memberi penjelasan resmi.

Laiknya norma dan etika sengketa perceraian, sidang akan digelar tertutup untuk umum.

Kakak angkat Ahok, Andi Analta Baso Amir (58), yang biasanya terbuka, tentang cerita adiknya, juga tak banyak bicara.

Kepada Tribun-Timur.com, Senin (8/1/2018) sore, ‘Saudara Bugis’ Ahok ini, hanya menyebut adik angkatnya, kini kembali dihadapkan kepada cobaan hidup berat kedua.

“Ini cobaan dari Tuhan. Insyallah dia bisa melewatinya.”

Analta yang akrab disapa Andi Alla, mengatakan, sejak Ahok dipenjara, dia tak pernah datang lagi ke rumah Ahok dan bertemu adik iparnya.

“Tak etis kalau saya datang sementara suaminya diterungku.”

Namun, kata Alla, sejak hampir tiap bula, dia datang menjenguk Ahok di penjara.

“Mungkin lima atau enam kali-lah.”

Alla menyebut, kehidupan keluarga itu jauh dari cerita miring.

“Setahu saya, kehidupan Basuki dan Vero sangat harmonis, mesra, dan seperti yang banyak diberitkan saat kampanye Gubernur DKI.”

Kalau pun, katanya, ada kejadian yang menyebabkan Ahok, mengambil keputusan tegas dan penting seperti gugatan talak, itu karena sesuatu yang sangat prinsipil.

Saya tahu adik saya, saya tahu Dik Vero. Dia Kristen taat. Dia istri yang patuh dan ibu yang penyayang, Kalau pun ada mungkin ini kecelakaan.

Namun, tambah Analta, dalam 20 tahun membina rumah tangga, Ahok adalah sosok yang tegas, disiplin, dan taat pada kebenaran.

“Setahu yang saya lihat, Ahok itu sangat tegas dan komiten pada prinsip. Dia sangat patuh pada kebenaran, kejujuran, dan norma agama.”

Analta mengumpamakan, dalam menegakan kebenaran, Ahok akan memberlakukan sama meski itu pada dirinya bahkan orangtuanya sekalipun. Dik Basuki, akan menegakkan kebenaran.”

Curhat Anak Pertama

Entah apakah ini berkaitan dengan gugatan perceraian atau tidak.

Admin fanpage Nicholas Sean Tjahaja Purnama yang dikabarkan milik anak pertama Ahok dan Veronica tiba-tiba mem-posting kalimat bijak dalam bahasa Inggris.

Kalimat tersebut di-posting sejak Selasa (9/1/2018) petang ini.

"Having someone to Love is FAMILY." 

"Having somewhere to go is HOME." 

"Having both is a BLESSING."

Berikut terjemahannya.

"Memiliki seseorang untuk mencintai adalah keluarga."

"Memiliki suatu tempat untuk pergi adalah rumah."

"Memiliki keduanya adalah berkat.

Posting-an di atas pun mengundang simpati warganet yang tak setuju Ahok dan Veronica pisah ranjang.

Berawal dari Gereja

Ahok dan Veronica pertama kali berkenalan di Gereja Kristus Yesus Pluit, Jakarta Utara tahun 1994. Keduanya aktif memberikan pelayanan di gereja.

Veronica sering main piano di sana.

Mereka menikah 6 September 1997, atau bersamaan dengan ulang tahun ke-19 Veronica.

Saat itu Veronica begitu istimewa di mata Ahok yang kala itu sudah berusia 32 tahun.

Kala menikah, Ahok tengah merintis perusahaan tambang PT Nurindra Ekapersada, yang merupakan awal perjalanan dari Gravel Pack Sand (GPS).

"Nggak sempat pacaran," kata Vero mengenang, seperti dikutip dari Kompas.com, di masa kampanye Pilgub 2016 lalu.

Dalam bekerja Ahok fokus dan total.

Tahun 2004, saat anak keduanya lahir, Ahok berhasil meyakinkan seorang investor Korea untuk membangun Tin Smelter atau peleburan bijih timah di KIAK.

Pada tahun itu juga, Ahok mulai bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB), dan ditunjuk sebagai ketua DPC PIB Kabupaten Belitung. Pada Pemilu 2004, dia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung hingga tahun 2009. Lalu, jadi bupati Belitung Timur, 2005-2006.

Ahok mundur jadi bupati karena kalah di pemilihan Gubernur.

Dia didorong oleh Gus Dur.

Ahok jadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar (2009-2012).

Setelah itu, PDIP dan Gerindra memasangkanya di Pilgub DKI Jakarta, berpasangan dengan Joko Widodo.

2014, saat Jokowi terpilih jadi presiden, Ahok jadi Gubernur DKI.

Ahok kalah bertarung di Pilgub DKI Jakarta dari Anies Baswedan - Sandiaga Uno.(*)

Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved