Pengusaha Jakarta Lirik Garam Lembata

Sejumlah pengusaha Jakarta kini melirik potensi garam di Kabupaten Lembata.

Pengusaha Jakarta Lirik Garam Lembata
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Panen garam berteknologi geomembran di Desa Tapobaran, Kabupaten Lembata. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA – Sejumlah pengusaha Jakarta kini melirik potensi garam di Kabupaten Lembata. Mereka telah melakukan survei air laut di Tanjung dan beberapa tempat lain di daerah itu.

Mereka menyebutkan, air laut di Lembata sangat bersih dengan kandungan garamnya tinggi sehingga mereka akan berinvestasi garam di daerah tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lembata, Bernadus Boli Hipir mengatakan hal tersebut, saat ditemui Pos Kupang di Lewoleba, Senin (8/1/2018).

Hipir menyebutkan, Lembata tidak hanya memiliki air laut yang bersih dengan kandungan garam yang terbilang tinggi, tetapi daerah itu juga memiliki sejumlah tempat yang sangat potensial bagi pengembangan garam.

Di wilayah Tanjung, Kecamatan Ile Ape, misalnya, lahan untuk garam relatif luas. Bisa mencapai ratusan hektar. Begitu juga di Tanjung Leur dan Tobotani di Kedang. Hamparannya mencapai ribuan hektare luasnya.

Para pengusaha Jakarta itu, katanya, sudah beberapa kali datang ke Lembata. Awal mereka datang untuk melakukan survei atas kondisi air laut. Kunjungan berikutnya mereka melihat lokasi yang akan dikembangkannya.

Para pengusaha itu, lanjut dia, malah sudah menyatakan minat untuk membeli lahan milik masyarakat. Namun pemerintah tidak mengizinkannya, karena terkait urusan investasi, masyarakat harus dilibatkan.

“Kalau pengusaha membeli tanah masyarakat, maka mereka bisa membawa tenaga kerja dari luar. Saat itu masyarakat tentu hanya sebagai penonton. Nah, pemerintah tidak menginginkan hal tersebut. Itulah sebabnya, pemerintah memudahkan investor menanamkan modalnya di Lembata tapi tidak membolehkan pengusaha membeli tanah masyarakat,” ujarnya.

Kabupaten Lembata, lanjut dia, telah memiliki lokasi tambak garam di Desa Tapobaran, Kecamatan Lebatukan. Tambak garam itu berproduksi baik, sehingga menjadi contoh bagi pengembangan lahan garam di kabupaten itu.

Saat musim kemarau lalu, kata Hipir, lahan garam di Tapobaran memberikan hasil cukup baik. Tambak tersebut menghasilkan garam puluhan ton setiap hektare. Garam itu selain dijual ke pabrik es juga diolah menjadi garam beryodium.

Bila saat ini pengusaha Jakarta telah berniat menanamkan modalnya di Lembata, maka pemerintah menyambutnya dengan tangan terbuka. Pemerintah akan memberikan kemudahan dalam urusan investasi tersebut.

“Saat ini Lembata butuh investor untuk mengelola potensi alam di daerah itu. Di bidang kelautan, sudah ada perusahaan yang mengelola tepung ikan dan mengekspor ikan ke beberapa negara di dunia. Ke depan, kami mengharapkan lebih banyak pengusaha untuk datang,” ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved