Lakalantas di NTT Menurun, Dir Lantas Supardjan Imbau Masyarakat Tetap Pakai Helm
"Pakai helm itu tidak ada liburnya. Jadi wajib hukumnya setiap penggendara menggunakan helm sekalipun hari minggu atau hendak pergi ke tempat ibadah."
Penulis: Eflin Rote | Editor: Alfons Nedabang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eflin Rote
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama tahun 2017 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2016.
Jumlah korban meninggal dunia pun mengalami penurunan.
Pada tahun 2016 korban meninggal sebanyak 432 jiwa, sedangkan di tahun 2017 berjumlah 412 jiwa.
Hal ini diungkapkan Dir Lantas Polda NTT, Kombes Pol Pringadhi Supardjan.
Meski mengalami penurunan, Supardjan mengingatkan masyarakat agar tetap sadar berlalulintas.
Supardjan mengatakan, menggunakan helm merupakan suatu kewajiban mutlak.
"Pakai helm itu tidak ada liburnya. Jadi wajib hukumnya setiap penggendara menggunakan helm sekalipun hari minggu atau hendak pergi ke tempat ibadah," ujar Supardjan di Kupang, Minggu (7/1/2018).
Beberapa kejadian kecelakaan yang mengakibatkan penggendara tewas selain penggunaan helm juga penggendara terindikasi mabuk minuman keras.
Untuk itu, Supardjan mengimbau masyarakat khususnya anak muda agar tidak menggendarai kendaraan dalam keadaan mabuk.
"Beberapa kasus laka hingga korban tewas itu karena penggendara terindikasi mabuk miras. Bawa motor tidak menggunakan helm, ditambah mabuk miras, resiko kecelakaan hingga meninggal sangat tinggi. Untuk itu saya berharap masyarakat tidak mabuk saat mengendarai kendaraan," imbau Supardjan.
Khusus di Kota Kupang, tren kecelakaan lalu lintas selama 2017 mengalami penurunan sebesar 10.64 persen.
Dari 385 kasus pada 2016 menjadi 344 kasus pada 2017, turun sebanyak 41 kasus.
Akan tetapi jumlah korban meninggal dunia mengalami kenaikan sebanyak 9.80 persen dari 51 orang menjadi 56 orang atau bertambah 5 orang.
Kenaikan ini menurut Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon CN dikarenakan masih rendahnya kesadaran penggendara dalam berlalu lintas.
"Penggunaan helm di Kota Kupang masih rendah. Selain itu juga, masih banyak masyarakat khususnya anak muda yang mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk miras. Padahal itu sangat membahayakan," tutur Anthon.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kombes-pol-pringadhi-supardjan_20180107_215414.jpg)