MIRISNYA! Demi Hidup Lebih Baik, 30 Menit Usai Melahirkan PSK Ini Terpaksa Harus Kembali 'Bekerja'

Kebanyakan dari mereka memiliki masa lalu kelam, seperti telah mengalami pelecahan fisik dan seksual

MIRISNYA! Demi Hidup Lebih Baik, 30 Menit Usai Melahirkan PSK Ini Terpaksa Harus Kembali 'Bekerja'
Polisi Humberside berpatroli di Hessle Road untuk menindaklanjuti kekerasan terhadap pelacur 

POS-KUPANG.COM--Sebuah Kantor Kepolisian Dukungan Masyarakat di Humberside, Inggris, mengungkapkan adanya seorang pelacur yang kembali bekerja setelah melahirkan 30 menit sebelumnya.

PSK
PSK (Pos Kupang/Kolase)

Baca: Ternyata Sudah Ada 14 Dokter Spesialis di RSU SK Lerik Kota Kupang

Dilansir dari Daily Mail, Jacqui Fairbanks, anggota kepolisian telah selama 10 tahun berusaha membantu pekerja seks untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.

Kebanyakan dari mereka memiliki masa lalu kelam, seperti telah mengalami pelecahan fisik dan seksual.

Baca: Sekda Lembata Dinonaktifkan, Kantor-kantor Tidak Terganggu

Mereka juga tidak memiliki tempat tinggal sehari-hari, bahkan ada yang sengaja dijual oleh pacarnya ke mucikari.

Fairbanks mengatakan bahwa mereka rata-rata berusia pada kisaran di atas 20an atau awal 30an, ada beberapa wanita berusia 60an juga.

Cewek PSK
Cewek PSK (Pos Kupang/Screenshot)

"Mereka semua berasal dari berbagai latar belakang dan budaya. Ada orang-orang yang sangat makmur namun ada juga yang menganggur," lanjutnya.

Baca: Lebu Raya Kumpul Semua Pengurus PDIP untuk Menangkan Marianus Sae-Emi Nomleni

Dia mengatakan bahwa pihak kepolisian sekarang bekerja sama dengan agensi lain, seperti layanan sosial dan proyek-proyek pemberdayaan perempuan ( Lighthouse, Vineyard and Humbercare) untuk mengentaskan masalah ini.

Fairbanks mengatakan kurangnya simpati terhadap pelacur menjadi sebuah ketidak adilan sosial.

Gadis 16 Tahun Ini Terpaksa jadi PSK karena Takut Dibunuh dengan Cara Disemen
Gadis 16 Tahun Ini Terpaksa jadi PSK karena Takut Dibunuh dengan Cara Disemen ()

"Sekarang kami telah mengelola semuanya dengan lebih baik untuk harapan kedepannya tidak akan ada kekerasan terhadap wanita-wanita ini," katanya.

Baca: Sekda Lembata Dinonaktifkan, Wabup Sebut Nama Tiga Pejabat sebagai Provokator

Lebih lanjut, mereka memiliki rencana panjang untuk memasang investigator agar mudah menyeret pelaku ke meja hijau jika terjadi pelanggaran-pelanggaran hak.

"Akan selalu ada mucikari tamak dan pacar yang kejam, tapi jika tidakpun kami mengharap wanita untuk tidak diam setelah mengalami kekerasan," pungkasnya.(*)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved