Petani Manggarai Barat Terima Bibit Cengkeh Untuk Areal 600 Hektare
Tanaman cengkeh cocok untuk sejumlah tempat di Manggarai Barat. Ini perkembangan terakhirnya
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servan Mammilianus
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Dalam tahun anggaran 2018 ini, para petani di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mendapatkan bantuan benih padi yang dianggarkan oleh APBN lewat Kementerian Pertanian dan anggaran dari APBD kabupaten tersebut.
Dari APBN dialokasikan bantuan bibit cengkeh untuk lahan seluas 400 hektar dan dari APBD kabupaten 200 hektar.
Sehingga total lahannya seluas 600 hektar.
"Bantuan itu diterima dalam bentuk benih atau bibit. Dari APBN akan diterima lewat propinsi karena pengadaannya di propinsi. Sedangkan dari APBD kabupaten alokasinya untuk 200 hektar," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Mabar, Anggalinus Gapul kepada Pos Kupang di Labuan Bajo, Kamis (4/1/2018).
Benih cengkeh, kata dia, merupakan bantuan tanaman perkebunan yang paling banyak di tahun 2018 ini kepada para petani.
"Kami belum menentukan petani di daerah mana saja yang akan mendapatkan bantuan itu. Tetapi kami menerima banyak proposal dari kelompok tani yang meminta bibit cengkeh. Kami akan survey lokasi yang paling tepat," kata Anggalinus.
Menurutnya, semua kecamatan di Mabar cocok untuk ditanami cengkeh tetapi pihaknya akan selektif.
Terkait lahan, benih cengkeh itu tidak ditanam dalam satu hamparan tetapi dalam lokasi yang berbeda-beda. Dalam satu lokasi diperkirakan seluas 10 hektar.
Sebelumnya diberitakan, cengkeh merupakan salah satu komoditi pertanian yang diandalkan oleh warga Desa Momol, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).
Saat ini hasil per musimnya sebanyak 20 ton dan menjadi sumber penghasilan yang menonjol dibandingkan komoditi lainnya.
"Kondisi tanah di Desa Momol memang tidak bisa untuk semua jenis tanaman pertanian dan perkebunan. Tetapi cengkeh sangat cocok sehingga dari waktu ke waktu kami akan terus mengembangkan komoditi ini," kata Kepala Desa Momol, Yuvensius Maldi. Dia ditemui di Labuan Bajo, Kamis (30/11/2017).
Sementara itu, para petani pemilik tanaman cengkeh di beberapa kecamatan di Mabar, mengalami gagal panen komoditi tersebut pada musim panen 2017 ini.
Gagal panen cengkeh disebabkan oleh curah hujan yang tinggi saat tanaman tersebut berbunga.
"Musim panen tahun 2017 ini, para petani di Kecamatan Ndoso mengalami gagal panen cengkeh. Gagal panen karena saat cengkeh berbunga, curah hujan tinggi sehingga bunganya gugur," kata Camat Ndoso, Fransiskus Tote yang ditemui di Labuan Bajo, Selasa (5/12/2017).
Hal senada disampaikan oleh Camat Welak, Veliks Janggur yang ditemui bersamaan di Labuan Bajo saat itu.
"Kecamatan Welak juga memiliki banyak tanaman cengkeh. Tahun 2017 ini petani mengalami gagal panen karena tingginya curah hujan saat masih berbunga. Bukan hanya di wilayah kami tetapi hampir semua wilayah kecamatan megalami hal yang sama," kata Veliks. Keduanya menuturkan, kalaupun ada pohon cengkeh yang berbuah maka produksinya pada tahun 2017 sangat kecil.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wabup_20171205_182112.jpg)