Pembelian Pesawat Trans Nusa Picu Neraca Perdagangan Luar Negeri NTT Defisit
Hal itu dipicu adanya impor pesawat terbang dari Perancis senilai 12.500.000 Dollar Amerika.
Penulis: Hermina Pello | Editor: Alfons Nedabang
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Necara perdagangan luar negeri di Provinsi NTT pada bulan November 2017 mengalami defisit sebesar 51.299.119 Dollar Amerika.
Hal itu dipicu adanya impor pesawat terbang dari Perancis senilai 12.500.000 Dollar Amerika.
Pesawat dimaksud milik maskapai penerbangan Trans Nusa.
Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia mengatakan ekspor Provinsi NTT pada bulan November 2017 senilai 1.908.710 Dollar Amerika dengan volume 7.340,15 ton mengalami penurunan sebesar 12,37 persen dari ekspor bulan Oktober sebesar 2,178,026 Dollar Amerika.

Nilai ekspor ituterdiri dari ekspor migas sebesar 340.848 Dollar Amerika dan ekspor non migas sebesar 1,567.862 Dollar Amerika.
"Negara utama tujuan ekspor dari NTT yakni Timor Leste dengan nilai 1.908.710 Dollar Amerika dengan kelompok komoditas bahan bakar mineral senilai 448.700 Dollar Amerika," kata Maritje saat menggelar jumpa pers di Aula BPS Provinsi NTT, Selasa (2/1/2018).
Jika membandingkan kumulatif nilai ekspor terhadap kumulatif nilai impor sebesar 72.393.769 Dollar Amerika maka terjadi defisit sebesar 51.299.199 Dollar Amerika.
Maritje menyebut negara asal impor, yakni Finlandia, Perancis, Singapura dan Malaysia dengan share terbesar kapal terbang dan bagiannya senilai 12.500.000 Dollar Amerika Serikat diikuti mesin atau peralatan listrik 11.742.545 Dollar Amerik Serikat, mesin mesin atau pesawat mekanik 1,731.016 Dollar Amerika Serikat.(*)