BPS Sebut Penduduk Miskin NTT Berkurang 16.050 Orang

Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia menyebut jumlah penduduk miskin di pedesaan menurun 17.690 orang .

Penulis: Hermina Pello | Editor: Alfons Nedabang
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Maritje Pattiwaellapia 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Jumlah penduduk miskin di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada September 2017 berkurang sebanyak 16.050 orang dari total 1.150,79 ribu orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia menyebut jumlah penduduk miskin di pedesaan menurun 17.690 orang .

Dengan demikian total penduduk miskin pedesaan sebanyak 1.015,70 ribu orang

Sedangkan penduduk miskin di perkotaan naik 1.640 orang menjadi 119,04 ribu orang.

Baca: Inflasi di NTT 1,22 Persen, Faktor Ini Sebagai Penyebab Utama

Meski mengalami penurunan, NTT masih berada para peringkat ketiga teratas secara nasional dengan jumlah penduduk miskin terbanyak.

Peringkat pertama Papua sebanyak 27,76 persen diikuti Papua Barat 23,12 persen dan NTT peringkat ketiga sebanyak 21,38 persen.

Maritje mengatakan penurunan jumlah orang miskin bukan hal yang mudah. Butuh kerjasama semua pihak.

Baca: Pembelian Pesawat Trans Nusa Picu Neraca Perdagangan Luar Negeri NTT Defisit

"Apa gebrakan yang harus dilakukan dan sasarannya. Budaya pesta pora juga harus dihilangkan," kata Maritje saat jumpa pers di Aula BPS Provinsi NTT, Selasa (2/1/2018).

Maritje mengungkapkan peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan dengan komoditi non makanan.

Menurutnya konsep kemiskinan adalah pendekatan kebutuhan dasar.

"Kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan. Kebutuhan dasar makanan yaitu pengeluaran untuk memenuhi konsumsi 2100 Kkal per kapita per hari," katanya.

Baca: 8 Januari Paket Harmoni Mendaftar di KPU NTT, Tanggal Hoki Menurut Feng Sui?

Dikatakan kebutuhan dasar non makanan adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

"Jadi orang miskin itu bukan karena tidak makan daging tapi ada indikatornya. Penduduk miskin adalah penduduk yang tidak memiliki rata rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan," ujar Maritje.

Baca: KPU NTT Bahas Proses Pencalonan dengan Sepuluh KPU Kabupaten

Maritje menjelaskan beberapa faktor terkait penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret hingga September 2017 yakni inflasi umum sebesar 0,43 persen, kesejahteraan petani cenderung meningkat, tingkat pengangguran terbuka di NTT pada bulan Agustus sebesar 3,27 persen, pertumbuhan ekonomi NTT triwulan ketiga sebesar 5,18 persen dan padaMei 2017 sampai Agustus 2017 penerima rastra sebesar 44,48 persen.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved