Guatemala Berencana Pindahkan Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke Yerusalem, Apa Arti Hasil Voting PBB?

Guatemala mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Guatemala Berencana Pindahkan Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke Yerusalem, Apa Arti Hasil Voting PBB?
ABIR SULTAN/POOL/AFP
Foto bertanggal 28 November 2016 memperlihatkan Presiden Guatemala Jimmy Morales (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dalam sebuah perjanjian bilateral. 

POS.KUPANG.COM -- Guatemala mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden Guatemela, Jimmy Morales, dalam postingan di Facebook Minggu (24/12/2017) menyatakan bakal memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dikutip dari Al Jazeera Senin (25/12/2017), Morales berujar dia telah menjalin percakapan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca: Viral Video Guru Taman Kanak-Kanak Tendang dan Pukul Murid hingga Mereka Gemetar Ketakutan!

Dalam perbincangan tersebut, topik yang paling hangat adalah rencana Morales memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

"Jadi, saya memberi tahu Anda sekalian, saya telah menginstruksikan jajaran menteri saya untuk berkoordinasi agar (pemindahan) cepat terjadi," kata Morales.

Hal ini disampaikan oleh Morales setelah sidang darurat Majelis Umum PBB memenangkan voting mengenai masalah Yerusalem.

Baca: Peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh, Beberapa Kegiatan Telah Dipersiapkan!

Lantas, apa arti hasil voting dan resolusi yang dihasilkan dari sidang yang dilaksanakan pada Kamis (21/12/2017) tersebut?

“Letak penting resolusi Majelis Umum PBB (soal Yerusalem) ini ada pada terlihatnya aspirasi negara-negara (anggota PBB) yang secara demokratis menentang kebijakan Trump,” kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, Sabtu (23/12/2017) saat berbincang dengan Kompas.com lewat layanan pesan.

Menurut Hikmahanto, negara seperti Amerika juga akan mengabaikan sebuah hasil resolusi walaupun memiliki kekuatan mengikat.

Baca: Kecelakaan Maut - Sempat Terdengar Ledakan saat Tabrakan Mobil dan Truk yang Sebabkan 4 Orang Tewas!

Dalih yang dipakai bisa saja seperti, “PBB kan bukan pemerintahan dunia.”

"Arti penting resolusi ini memang bukan pada bisa atau tidaknya memiliki kekuatan hukum mengikat untuk menahan langkah Amerika di Yerusalem, namun (Hasil voting di) Majelis Umum PBB menunjukkan aspirasi dunia in a true sense,” ujar Hikmahanto.

(Tribunnews/ Rika Apriyanti)

Penulis: Rika Apriyanti
Editor: Rika Apriyanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved