Ini Alasannya Mengapa Sapi Dari Daerah Lain Dilarang Masuk ke Sumba

Sudah cukup lama, sapi asal Timor dilarang masuk ke Pulau Sumba. Ini alasan pemerintah setempat

Ini Alasannya Mengapa Sapi Dari Daerah Lain Dilarang Masuk ke Sumba
Pos Kupang/Petrus Piter
Kadis peternakan Kabupaten SBD, drh.Rihimewa A.Praing, M.P

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Kepala dinas peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya, drh.Rihimewa A.Praing, M.P, mengatakan, selama hampir lima tahun terakhir ini, pihaknya telah memberlakukan larangan sapi dan kerbau asal Pulau Timor masuk Sumba.

Hal itu penting karena sapi dan kerbau asal pulau Timor terjangkit brucellosius atau penyakit keguguran.

Larangan itu berlaku sama bagi sapi dan kerbau asal Flores karena selama setahun terakhir juga terjangkit penyakit keguguran.

Kepala dinas peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya, drh.Rihimewa A.Praing, M.P, mengemukakan hal itu di kantornya, Kamis (21/12/2017).

Sapi Timor
Sapi Timor (Pos Kupang/Dion Kota)

Selain itu, pihaknya juga melarang sapi ongol asal Pulau Bali masuk Sumba. Hal itu karena Sumba merupakan daerah pemurnian sapi ongol. Jenis sapi Bali tidak boleh masuk Sumba demi pemurnian sapi ongol Sumba.

Ia menyebutkan, saat ini, populasi ternak sapi di Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 3.125 ekor dan kerbau sebanyak 11.000 lebih.

Pihaknya juga sedang menjalankan program nasional, sapi induk wajib bunting (kawin suntik). Saat ini, sekitar 200-300 ekor sapi induk wajib bunting.

Untuk mencegah timbulnya penyakit yang menyerang ternak warga, setiap tahun pemerintah memprogramakan vaksinasi hewan. Langkah itu tergolong cukup efektif mengingat selama beberapa tahun terakhir ini terbebas penyakit.

Program vaksinasi tersebut akan terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, untuk menekan aksi pencurian ternak besar di Pulau Sumba, pemerintah empat kabupaten telah bersepakat setiap hewan yang hendak keluar dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya wajib mengurus surat rekomendasi daerah asal dan daerah tujuan.

Disamping itu juga menekan angka penyebaran penyakit dari satu wilayah ke wilayah lainnya. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved