Disiplinkan Anak, Wanita Ini Malah Melayangkan Tangan ke Muka Anaknya di MRT, Netizen Geram
Baru-baru ini viral sebuah video, seorang wanita yang dengan paksa membekap mulut seorang anak, bahkan mendorong kepalanya di kursi kerata MRT.
Penulis: Vika Widiastuti | Editor: Vika Widiastuti
POS KUPANG.COM - Anak-anak pantas untuk dicintai dan diperhatikan.
Namun, sayang masih ada orang tua yang dengan sengaja menyakiti dan menyiksa anak mereka untuk mendisiplinkan mereka.
Namun, cara tersebut justru berdampak buruk bagi anak.
Baca: Istrinya Meninggal, Andi Ajak Putrinya Ambil Ijazah Istri di Acara Wisuda
Bisa berdampak buruk bagi psikis dan juga luka fisik.
Baru-baru ini viral sebuah video, seorang wanita yang dengan paksa membekap mulut seorang anak, bahkan mendorong kepalanya di kursi kerata MRT.
Video ini diposting oleh akun Facebook Tyronne Tong pada Jumat (8/12/2017).
Sejak di posting video ini telah dilihat sebanyak 148 ribu kali dan memicu perdebatan di antara netizn.
Dilansir dari Viral 4 Real pada Minggu (17/12/2017) banyak netizen marah dengan cara wanita itu mendidiplinkan anaknya.
Mereka menganggap apa yang dilakukan wanita itu termasuk kekerasan fisik.
Tyronne yang menyaksikan kejadian itu kemudian merekamnya dan mempostingnya di Facebooknya.
Ada perbedaan antara mendisiplinkan anak dan menyalahgunakan di usianya yang masih kecil
Apalagi di depan umum
Kejadian ini berlangsung lebih dari 10 menit dan saya hanya berhasil merekam dua kali pemukulan.
Selama 10 menit, dia benar-benar mengirim rentetan kekerasan ke anak itu.
Tyronne juga menekankan, banyak penumpang telah mencoba memperingatkan penumpang wanita tersebut.
Namun dia terus melakukan hal itu pada anaknya.
Sementara sang anak terlihat terisak-isak.
Bagi sebagian orang mendidik anak dengan kekerasan atau dengan cara dia dididik waktu muda menganggapnya sebagai bentuk mendisiplinkan anak.
Namun, hal itu justru bisa menimbulkan trauma jangka panjang.
Baca: Istri Setya Novanto Kenakan Jam Tangan Mahal Ini Saat Hadiri Sidang Setnov. Harganya Bikin Puyeng
Selain itu, dilansir dari Viral 4 Real, mengabaikan dan tidak memperhatikan anak-anak juga sama merusaknnya seperti pelecehan verbal.
Kebanyakn orang tua pada suatu waktu merasa frustasi dan marah pada anak-anak mereka, tetapi berbicara dengan tentang kepada anaknya dianggap jauh lebih baik daripada menyerang dengan kemarahan.
(Tribunnews/Vika Widiastuti)