Waspada! Ada Pangan Segara Asal Tumbuhan Yang Tercemar di Pasar Tradisional

Bagi orang yang senang makan buah-buahan hendaknya memperhatikan benar soal buah di pasar Tradisional

Waspada! Ada Pangan Segara Asal Tumbuhan Yang Tercemar di Pasar Tradisional
Istimewah
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang sebagai koordinator wilayah, melakukan pengawasan keamanan pangan segar melalui Inspeksi mendadak (sidak) terhadap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di pasar pasar Selasa (12/12/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dalam rangka menjelang Hari Raya Keagamaan (Natal), maka Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang sebagai koordinator wilayah, melakukan pengawasan keamanan pangan segar melalui Inspeksi mendadak (sidak) terhadap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

Inspeksi itu dilakukan di Pasar Tradisional Oeba, Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oesapa, Pasar Penfui, Pasar Oebobo serta lapak buah depan Rumah Sakit Wirasakti dan UD. Semangat, Selasa (12/12/2017).

Pada kesempatan tersebut turut hadir Ir. Sri Sulihanti, M.Si sebagai Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI bersama tim yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTT Drs. Hadji Husen, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang Ir. Clementina R. N.

Soengkono, bersama tim pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan secara terpadu untuk melakukan pengawasan.

Pangan segar asal tumbuhan yang diambil sebagai sampel dalam pengawasan tersebut antara lain: kangkung, terung, cabe rawit, selada, bayam, ketimun, kacang panjang, seledri, anggur merah, apel hijau, sawi manis, kol, tomat, cabe merah, pitsay, buncis, cabai keriting, daun pree, bayam merah, kol ungu, jagung manis muda.

Hasil pengawasan keamanan pangan segar (sidak) melalui pengujian cepat (test kit ) di pasar tradisional Kota Kupang dan lapak buah menunjukan bahwa ada pangan segar asal tumbuhan yang aman untuk dikonsumsi konsumen tetapi masih ada juga komoditas pangan segar asal tumbuhan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dalam mengkonsumsinya karena terkontaminasi cemaran pada sistem budidaya dan penanganan pasca panen.

Untuk mengurangi pangan segar asal tumbuhan yang terkontaminasi cemaran adalah dengan melakukan pencucian secara berulang dibawah air mengalir agar cemaran tersebut terbawa air.

Kegiatan ini juga sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang mutu, gizi dan keamanan pangan. Dalam PP tersebut telah memuat pembagian tugas dalam menjamin keamanan pangan yang akan dikonsumsi.

Untuk pengawasan keamanan pangan segar merupakan tugas dan fungsi dari Kementerian Pertanian cq. Badan Ketahanan Pangan, sedangkan pengawasan keamanan pangan olahan menjadi tugas dan fungsi Badan POM.

Lebih lanjut bahwa pengawasan keamanan pangan segar yang menjadi tanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan adalah Pangan Segar Asal Tumbuhan dan pangan segar asal hewani menjadi tanggung jawab Ditjen Peternakan.

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan fisik serta benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Sebagai informasi bahwa, kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Katahanan Pangan Kota, kegiatan ini juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Kota Kupang dan Bagian Ekonomi Setda Kota Kupang. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved