Warga Sikka Akan Menggelar Ini Untuk Memperingati 25 Tahun Gempa dan Tsunami
Ini alasannya mengapa Pemkab Sikka menggelar peringatan 25 tahun gempa bumi dan tsunami di Maumere
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a
POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Besok, 12 Desember 2017 tepat 25 tahun yang lalu Kota Maumere di Kabupaten Sikka, Pulau Flores diterjang gempa bumi berkekuatan 7,8 pada skala Richter di lepas pantai Laut Flores.
Memperingati bencana mahadasyat itu, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat Sikka melakukan peringatannya.
Wakil Bupati Sikka, Drs.Paolus Nong Susar, kepada pos-kupang.com, Senin (11/12/2017) siang mengatakan, musibah 25 tahun silam memberikan refleksi kepada semua masyarakat Sikka, selalu waspada.
Dengan terbentuknya patahan maka secara periodik setiap 30 tahun atau sebelum 30 tahun berpotensi terjadi goncangan.
"Kita harus selalu waspada. Setiap hari kita boleh sibuk dengan keseharian, tapi kita harus selalu waspada. Mitigasi gempa sangat penting dan dilakukan terus-menerus," imbau Paulus.
Peringatan 25 tahun gempa dan tsunami, kata Paolus, akan dilakukan penanaman pohon bakau di pantai utara Kota Maumere, Selasa pagi. Sementara Selasa petang diadakan refleksi di Tugu Tsunami.
"Korban gempa akan memberikan testimoni tentang musibah. Testimoni ini penting memberi gambaran kepada generasi kita supaya tahu musibah 25 tahun silam. Ada juga renungan memperingati para korban," ujar Paulus yang akan memimpin penanaman bakau besok.
Menurut Paulus, kawasan sepanjang pesisir Teluk Maumere menjadi kawasan padat penduduk harus menjadi perhatian serius. Ia menyarankan pembenahan kawasan, sehingga ketika terjadi gempa dan tsunami, warga lebih mudah akses menyelamatkan diri.
Bencana alam ini, diakui Paolus, membawa efek kehancuran sangat dasyat. Ia mencontohkan terumbu karang di Teluk Maumere. Sebelum gempa dan tsunami menjadi primadona pariwisata bahari rusak total.
Baru tiga tahun belakangan semakin pulih dan tumbuh terumbu karang baru menjadi tempat menyelam paling favorit (The Most Popular Diving Spot) dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017.
Untuk diketahui gempa bumi 12 Desember 2017 terjadi pada pukul 13:29 Wita menyebabkan tsunami setinggi 36 meter menghancurkan bangunan di pesisir Pantai Flores dan membunuh setidaknya 2.100 jiwa, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka dan 5.000 orang mengungsi.
Gempa ini sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Sikka, Ngada, Ende dan Flores Timur.
Kota paling parah kerusaknnya Maumere dengan lebih dari 1.000 bangunan hancur dan rusak berat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/taman-kota-maumere_20170624_003321.jpg)