Senin, 13 April 2026

Masyarakat Desa Hadakewa Sudah Siapkan Kemasan Ikan Teri

Mestinya kemasan ikan teri ini sudah tiba. Tapi karena ada hambatan sehingga molor beberapa hari.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur didampingi Wakil Bupati, Thomas Ola saat meletakkan batu pertama pembangunan taman baca di Desa Hadakewa, Jumat (1/12/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang. Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kepala Desa Hadakewa, Klemens, mengatakan, pihaknya telah memesan kemasan untuk ikan teri itu. Kemasannya dipesan dari Surabaya. Pada kemasan itu nantinya dipasang lengkap dengan label ikan teri Hadakewa.

“Mestinya kemasan ikan teri ini sudah tiba. Tapi karena ada hambatan sehingga molor beberapa hari. Kalau kemasan sudah kami terima, pasti ikan teri ini akan segera kami jual dalam kemasan,” ujar Klemens ketika ditemui di sela-sela acara launcing Kampung KB di desa itu, Jumat (1/12/2017).

Dikatakannya, Hadakewa merupakan desa nelayan di tepi pantai Kecamatan Lebatukan. Sebagaimana nelayan kebanyakan, para nelayan desa itu juga menangkap banyak ikan. Salah satunya, ikan teri.

Ikan teri hasil tangkapan nelayan, lanjut dia, selanjutnya dikeringkan tanpa garam. Ikan teri tanpa garam tersebut, dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp 100.000 per kg. Bila kemasannya kecil, harganya pun lebih murah.

Menurut Klemens, ikan teri di desa itu telah menjadi program tematik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata.

Olehnya, ia bersama seluruh masyarakat telah berkomitmen untuk lebih serius menggeluti usaha tersebut.

Selama ini, lanjut dia, volume tangkapan ikan teri oleh nelayan setempat, relatif banyak. Hanya saja, penjualannya masih terbatas. Padahal, ikan teri tersebutmenjadi tumpuan utama ekonomi masyarakat.

Bila sekarang ikan teri menjadi program tematis Lembata, maka ia bersama seluruh masyarakat sangat berterima kasih. Karena melalui program tersebut, pemerintah akan membantu masyarakat, termasuk mempromosikannya ke pihak luar.

Dukung Lewat Kampung KB

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Lembata, Ambrosius Leyn, mengatakan, Hadakewa ditetapkan jadi Kampung KB atas beberapa pertimbangan.

Salah satunya melalui Kampung KB, desa itu akan mendapat intervensi program dari pemerintah. Tujuannya, adalah mewujudkan masyarakat hidup lebih sejahterah melalui program pembangunan keluarga dengan prinsip dua anak cukup.

“Bagi kami, melalui program Kampung KB ini masyarakat Hadakewa dirangsang untuk membangun keluarga dengan dua anak cukup. Bila ini terjadi maka kesejahteraan keluarga pasti akan terwujud,” ujar Ambrosius.

Hadakewa, lanjut dia, merupakan satu dari tiga desa di Kecamatan Lebatukan yang telah dijadikan Kampung KB.

Olehnya, dengan dilaunching Kampung KB itu masyarakat setempat diharapkan makin memahami hakikat membangun keluarga demi masa depan anak-anak.

Sampai saat ini, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Lembata telah mencanangkan Kampung KB di semua kecamatan di daerah itu. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat bekerja lebih sungguh untuk mengangkat harkat hidup menjadi lebih baik. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved