VIRAL: Seorang Pendeta Ditandu Umat Muslim, Mungkin Hanya Terjadi di Alor NTT

Pendeta Kondrat Penlaana, STh dijemput lalu dipikul oleh saudara-saudara muslim dari pantai ke lokasi kegiatan berjarak 1,5 Km.

VIRAL: Seorang Pendeta Ditandu Umat Muslim, Mungkin Hanya Terjadi di Alor NTT
FACEBOOK THERTIUS MILER AUNUNG WABANG
Pdt. Kondraat Penlaana, S.Th ditandu sejumlah umat muslim di Pantar Timur, Pulau Pantar, Kabupaten Alor, NTT.

Seperti berita tentang ketua panitia lokal MTQ dijabat umat Kristen dan sekertaris umum gereja GMIT Jemaat Ebenhaezar menjadi ketua panitia peresmian masjid Al-Mujahidin Mayelaha di Desa Wolwal Tengah, Kecamatan Alor Barat Daya.

Amir Mahmud Siregar tidak puas dengan penjelasan tersebut. Dia tetap ngotot minta bukti foto memikul ulama sama seperti memikul pendeta, bukan hanya sekedar ketua panitia.

Thertius Miler Aunung Wabang mengatakan, bagian dari Partisipasi kegiatan bukan harus tandu dan budaya kami sangat menghargai pemuka Agama Ulama, Ustad, Pendeta, pastor.. Mungkin pernah ada tp saya tdk mempunyai foto."

Thertius Miler Aunung Wabang meladeni dengan memberi bukti lain, di antaranya dua masjid, terdapat di Pulau Lapan dan Pulau Luang Barat, Baranusa Kecamatan Pantar Barat diberi nama masjid Amon Djobo.

Amon Djobo merupakan Bupati Alor saat ini. Pemberian nama yang tidak lazim ini didasarkan pada sikap kepemimpinan Amon Djobo yang sangat toleran dan menjaga kerukunan umat beragama di Alor.

Thertius Miler Aunung Wabang juga menyertakan link berita tentang pemberian nama Gereja Ismail di Desa Alila Timur, Kabupaten Alor.

Gereja tersebut dibangun atas inisiatif umat muslim di desa tersebut. Nama Ismail bukanlah nama yang lazim untuk sebuah nama gereja.

Akun Devi Dianriani ikut membungkam Amir Mahmud Siregar.

@Devi Dianriani: Echh bego yg ts ksh postingan d atas itu hx jd salah satu contoh toleransi.. toleransi bukan hx d pandang dngan memikul tandu or jd panitia...msh bxk hal yg bs d lakukan kalu hatimu gak dpenuhi rasa dengki... kbtulan saja itu kebiasaan mereka memikul tandu saat pndeta... yah dah ikut berpartisipasi dlam acara keagamaan aja itu dah jd bentuk toleran... yg mikul juga ikhlas ko gak prmslahkan klu ustad mereka juga hrus d pikul tp mereka tw bagaimana toleransi dgn hati yg ikhlas... mereka gak perlu org melakukan hal yg sama atas apa yg sdah mereka lkukan itulah yg dinamakan ketulusan...tp dsarnya lo aja yg gak tlus klu mmbntu bawaannya mw dpat blasan trus.

Sejak dipublis Minggu (3/12/2017) pukul 15.45 Wita, postingan Belajar Toleransi dari Alor NTT sudah dibagikan sebanyak 134 kali.

Halaman
1234
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved