VIRAL: Seorang Pendeta Ditandu Umat Muslim, Mungkin Hanya Terjadi di Alor NTT

Pendeta Kondrat Penlaana, STh dijemput lalu dipikul oleh saudara-saudara muslim dari pantai ke lokasi kegiatan berjarak 1,5 Km.

VIRAL: Seorang Pendeta Ditandu Umat Muslim, Mungkin Hanya Terjadi di Alor NTT
FACEBOOK THERTIUS MILER AUNUNG WABANG
Pdt. Kondraat Penlaana, S.Th ditandu sejumlah umat muslim di Pantar Timur, Pulau Pantar, Kabupaten Alor, NTT.

Unggahan tersebut mengundang pro kontra.

Netizen memuji toleransi yang terpelihara di Pulau Pantar, Alor.

@Naherson Beli: Memang benar rasa toleransi yg tinggi antara umat kristen & islam yg sdh ada dan terjaga sejak dahulu kala oleh para leluhur nenek moyang kita terus berjalan. Trima kasih banyak kpd umat muslim di pantar atas kebersamaan ini. Tuhan pasti memberkati bpk/ibu sekalian.

@Elim E. I. Makalmai: Mantaaaap banget bro. Praktek toleransi yg luar biasa. Kiranya tetap terjaga sampai selama2nya. Amin.

@Christt S. Samorudu: Luar Biasa...teruskan kebersamaan ini.

Ada netizen tidak setuju, seperti disampaikan akun Amir Mahmud Siregar.

"Berarti kami umat Islam harus memikul tandu pak pendeta kalo datang ke desa kami agar kami juga disebut toleran, kami juga akan jaga gereja kalo ada kebaktian. Ini kah toleransi itu?" tulis Amir Mahmud Siregar.

Komentar Amir Mahmud Siregar memicu perdebatan.

@Thertius Miler Aunung Wabang: Pikiran mu sangat datar dan Tumpul kawan Amir Mahmud Siregar.. Bukan harus tandu pendeta ini budaya Toleransi kami yang sudah terbangun sejak leluhur, kami selalu hidup berdampingan dengan damai setiap kegiatan keagamaan Muslim umat kritiani selalu terlibat sebagai panitia demikian juga sebaliknya ketika ada kegiatan keagamaan dari kritiani umat muslim juga terlibat. Kalau anda kepingin rasakan Wisata Toleransi bisa berkunjung ke Kabupaten Alor NTT.

@Amir Mahmud Siregar: Oh ya, lalu adakah umat Kristen yang rela memikul tandu ulama kami? Tolong foto nya kalo ada.

Thertius Miler Aunung Wabang menyertakan beberapa link berita yang memberitakan bentuk toleransi yang terjadi di Pulau Pantar, Alor.

Halaman
1234
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved