Breaking News:

Lede Sebut Kabupaten Kupang Tidak Terisolasi Lagi Berkat Dukungan Komisi V DPR RI

Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yosep Lede menyebut bahwa Kabupaten Kupang saat ini sudah tidak terisolasi lagi.

POS KUPANG/EDY HAYON
Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yosep Lede 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Hayon

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yosep Lede menyebut bahwa Kabupaten Kupang saat ini sudah tidak terisolasi lagi.

Pasalnya, beberapa akar persoalan yang kerap terjadi selama ini seperti akses infrastruktur jalan, akses transportasi laut, persoalan air sudah dapat teratasi berkat dukungan penuh dari Komisi V DPR RI.

Untuk ke depan tentu perhatian akan tetap ada karena saat ini anggota dewan asal NTT yang duduk di Senayan masih memiliki peran yang cukup baik seperti Ir. Fary Francis yang kini masih menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI.

Peluang seperti ini sesungguhnya sangat besar bagi pemerintah Kabupaten Kupang untuk mengajukan persoalan yang ada sehingga bisa dicarikan solusinya.

Menurutnya, selama ini wilayah Kabupaten Kupang tergolong paling terisolasi dari semua aspek pembangunan terutama infrastruktur jalan, sarana transportasi laut dan krisis air bersih.

Baca: Inginkan Foto Ekstrem, Pasangan Ini Nekat Lakukan Prewedding di Gunung Berapi Aktif di Indonesia

Namun, saat ini dengan perhatian dari Komisi V DPR RI, beberapa masalah sudah teratasi. Dia mencontohkan, jalan poros tengah, jalan lintas utara, pembukaan jalur penyeberangan ke sentra-sentra produksi pertanian, perkebunan dan peternakan sudah ada.

"Warga sudah gunakan angkutan penyeberangan feri. Ada pembangunan bendungan raksasa Raknamo dan beberapa bidang lainnya. Saya kira kita patut berbangga karena wakil kita Pak Fari Francis yang duduk di Komisi V memiliki tanggung jawab moril memperhatikan kita di Kabupaten Kupang," kata Lede.

Baca: Usai Bermain Ibu Temukan Hal Aneh Ini di Tubuh Anaknya. Pemicunya, Sepele!

Pada bagian lain, ketika ditanya soal perhatian DPRD Kabupaten Kupang terhadap pembangunan daerah ini, lede mengatakan, pada pembahasan RAPBD murni tahun 2018 ini dewan melakukan rasionalisasi anggaran yang diajukan OPD yang tidak masuk akal.

Kegiatan perjalanan dinas dipangkas karena masih banyak permasalahan warga yang tidak tertangani harus jadi skala prioritas perhatian pemerintah.

"Ada OPD yang ajukan perjalanan dinas tidak masuk akal. Makanya kita pangkas dan alihkan ke program yang pro rakyat. Syukur bahwa postur APBD sekarang belanja publik lebih besar dari belanja aparatur. Kita akan segera tetapkan," katanya.(yon)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved