Jumlah Peserta Pelatihan Pewarnaan Tenun Ikat di Malaka Membengkak

58 kelompok tenun di Kabupaten Malaka mendapatkan pelatihan pewarnaaan benang dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Malaka

Jumlah Peserta Pelatihan Pewarnaan Tenun Ikat di Malaka Membengkak
POS KUPANG/DION KOTA
Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Malaka, Stefanus Klau ‎sedang memberikan sambutan saat membuka kegiatan pelatihan pewarnaan tenun ikat di panggung lapangan umum Betun, Senin (27/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Sebanyak 58 kelompok tenun di Kabupaten Malaka mendapatkan pelatihan pewarnaaan benang dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Malaka, Senin (27/11/2017)

Pelatihan berlangsung di panggung lapangan umum Betun .

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para anggota kelompok tenun ikat terkait teknik pewarnaan dengan menggunakan bahan kimia agar tidak cepat luntur.

Baca: Kejahatan Meningkat di Kabupaten Lembata, Ada Empat Tipe

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Malaka, Stefanus Klau mengatakan, sebenarnya kegiatan tersebut hanya diikuti 30 kelompok tenun ikat.

Namun karena animo kelompok tenun ikat yang tinggi, peserta pelatihan tersebut membengkak sampai 58 peserta. Hal ini menyebabkan beberapa bahan untuk pelatihan tidak bisa disediakan panitia.

"Kita senang animo kelompok tenun ikat dari wilayah kecamatan Malaka Tengah dan Weliman sangat tinggi sehingga melebihi kuota awal yang kita tetapkan. Namun hal tersebut berdampak pada beberapa bahan yang tidak bisa kami sediakan. Kami berharap hal itu bisa dimengerti," ungkap Stefanus.

Baca: Sempat Tabrak Sepeda Motor, Dump Truck Ini Terjun ke Jurang

Terkait tujuan kegiatan tersebut, Stefanus menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para penun terkait teknik pewarnaan menggunakan bahan kimia.

Pasalnya selama ini, hasil tenun para penenun tradisional lebih cepat pudar ketika dicuci sebagai dampak dari penggunaan warna tradisional.

Baca: Nenek 73 Tahun Gugat Cerai Suami, Naik Kursi Roda ke Pengadilan, Ini Alasannya!

Untuk membuat warna tenun ikat lebih tahan lama maka diperlukan bahan kimia ketika pewarnaan benang.

"Selama ini kain tenun kita kalah bersaingan di pasaran karena warnanya yang cepat pudar ketika dicuci.

Salah satu solusi agar warna kain tenun tidak cepat pudar adalah dengan menggunakan bahan kimia saat pewarnaan," jelasnya.‎ (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved