Teluk Maumere Divote Jadi Tempat Diving Terpopuler

Teluk Maumere ternyata divote menjadi tempat diving populer. Ini penjelasan dari Kadis Pariwisata NTT

Teluk Maumere Divote Jadi Tempat Diving Terpopuler
Istimewah
Kepala Dinas Pariwisata NTT, Dr. Marius A Jelalu (kedua dari kanan) saat menghadiri acara penyerahan penghargaan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata mewakili Menteri Pariwisata di Jakarta 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Teluk Maumere divote menjadi tempat diving terpopuler. Demikian Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dr Marius Ardu Jelamu yang dikonfirmasi Minggu (26/11 /2017).

Menurutnya, Acara penyerahan penghargaan ini dilakukan pada Sabtu (26/11 /2017)

"Kita mempunyai branding baru yang bagus karena divote secara nasional dan internasional., Teluk Maumere tempat diving terpopuler dan divote secara nasional dan internasional kerjasama Kementerian Pariwisata dan Anugerah Pesona Indonesia," ujarnya.

Kata dia, dengan terpilihnya Teluk Maumere secara tempat diving terpopuler maka NTT sudah memiliki dua branding baru untuk diving, yang pertama di Alor yakni di Pulau Kepa pada tahun lalu dan kedua Teluk maumere.

Sebagai tempat diving terpopuler maka ini besar pengaruh karena akan ada banyak pilihan di NTT selain pulau Kepa di Alor terpopuler anugerah pesona Indonesia tahun 2016 memilih Alor dan 2017 Teluk maumere.

Dengan branding ini maka Teluk Maumere menjadi tempat terkenal untuk diving maka harus dijaga kelestarian under water.

"Sebagai tempat diving menjadi terkenal karena sangat indah seperti diving di pulau Kepa di Alor. Harus dijaga benar biota laut, sehingga betul-betul menarik bagi wisatawan," katanya .

Pariwisata NTT sedang gaduh dengan promosi sehingga bisa masuk dalam peta perjalanan wisata dunia.

" NTT ini sangat luar biasa destinasi, di bagian barat ada taman wisata Komodo dan dari 10 destinasi prioritas maka empat yang akan digenjot pembangunan infrastruktur sarana prasarana yakni di Labuan Bajo, Mandalika di NTB, Danau Toba di Sumatera Utara dan Borobudur di Jawa Tengah," ujarnya.

Kita beruntung karena Labuan Bajo sebagai pintu masuk bagian barat apalagi didukung dengan penerbangan Garuda dua kali sehari dari Jakarta - Labuan Bajo lalu ada 28 penerbangan dari Jakarta - Surabaya - Denpasar Labuan Bajo sehingga nantinya wisatawan domestik maupun internasional tidak hanya ke Labuan Bajo tetapi mengunjungi seluruh NTT untuk melihat destinasi wisata.

Dengan terbuka konektivitas Kupang - Dili pada awal Februari 2018, maka wisatawan internasional dari Australia dan New Zealand akan masuk ke NTT melalui Dili tidak harus melalui Bali.

Lalu Virgin Air yang sementara melakukan pengkajian untuk penerbangan Kupang- Darwin, didorong untuk tahun depan bisa realisasi untuk memotong jarak dari Australia ke NTT yang selama ini melalui Denpasar atau Jakarta. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved