Dialog dengan Yohana Yembise, Tokoh Adat Sebut Banyak Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Sumba

Kornelis Bili mengatakan, kekerasan perempuan dan anak perlu menjadi perhatian tokoh adat, tokoh agama dan pemerintah.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Alfons Nedabang
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Yohana Yembise disalendangi saat tiba di Swiss Belinn Kristal Hotel, Sabtu (25/11/2017) 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise berdialog dengan tokoh adat NTT di Swiss Belinn Kristal Hotel Kota Kupang, Sabtu (25/11/2017).

Dialog dipandu Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Agustina Erni.

Beberapa tokoh adat sempat mengajukan saran dan pertanyaan kepada Yohana.

Tokoh adat dari Sumba Barat Daya, Welem Saingo mengatakan, di SBD banyak sekali kasus kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak di bawah umur.

"Banyak kasus kekerasan selalu terjadi di Sumba Barat Daya, karena itu saya minta jangan selesaikan pakai adat, tetapi harus melalui jalur hukum. Harus dihukum supaya ada efek jera," kata Welem Saingo.

Tokoh Adat asal Sumba Barat, Kornelis Bili mengatakan, kekerasan perempuan dan anak perlu menjadi perhatian tokoh adat, tokoh agama dan pemerintah.

Yohana Yembise merespon dengan mengatakan, saat ini telah ada undang-undang yang mengatur tenang masalah kekerasan perempuan dan anak.

"UU ini sangat jelas dan kuat untuk mengatur soal kekerasan terhadap perempuan dan anak. UU itu adalah UU No 17 Tahun 2016," kata Yohana Yembise.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved