Jangan Pernah Dicoba! Barang Yang Satu Ini Enaknya Cuma Sebentar

Sebaiknya, semua pihak harus ikut memerangi narkoba. Ini alasannya mengapa perlu keterlibatan kita semua

Jangan Pernah Dicoba! Barang Yang Satu Ini Enaknya Cuma Sebentar
Pos Kupang/Gordi Donofan
Pemateri saat memaparkan materi dalam seminar tentang Narkoba di Fisip Undana Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penanganan permasalahan Narkoba tidak hanya ditangani oleh satu lembaga tetapi perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia bebas Narkoba terlebih khusus di NTT.

"Saling mendukung satu sama lainnya. Perlu kebijakan dan penanganan yang serius. Sebanyak 4,173 Juta Jiwa (2,21%) pengguna di Indonesia. Ini data sampai pada 2016. Kelompok pelajar dan mahasiswa terbanyak. Ini data BNN pusat," ujar Hendrik Rohi staf dari BNN Provinsi NTT.

Ia menjelaskan itu saat memberikan materi pada Seminar Nasional di Aula Rektorat Lama Undana Penfui Kupang, Kamis (23/11/2017).

Hendrik mengatakan, ada 800 Jenis Narkoba Baru di Dunia. Dan yang telah ditemukann168 jenis masuk ke Indonesia.

"Saat ini lapas dijadikan pusat kendali peredaran Narkoba. BNN mengungkap 72 jaringan Internasional di Indonesia 43 diantaranya memanfaatkan 22 lapas untuk mengendalikan peredaran Narkoba," ujar Hendrik.

Ia mengatakan, Narkoba sudah menyasar anak-anak. Masuknya narkoba melalui, modus-modus yang mengelabui petugas, melalui sandal, sepatu bahkan Heroin yang ditelan kedalam lambung/swallow.

seminar
Mahasiswa Fisip Undana saat mengikuti seminar nasional tentang Narkoba di Kampus Undana Kupang

"Enak sebentar tapi rusak seumur hidup. Dampak Narkoba banyak yang akan merusak fisik," ungkapnya.

Ia mengatakan, jalur edar masuknya Narkoba NTT dari Bali masuk ke Sumba dan masuk ke Sumba Timur.

Dari NTB ke Manggarai Barat, Tengah, Matim, Ngada. Kalau dari Makasar ke Ende dan Sikka, Flotim,Lembata dan Alor.Dan ada juga Dari Maluku.

"Dari RTL ke Belu, TTU, TTS, Kab Kupang, Kota Kupang dan Rote Ndao. Data BNN pada tahun 2015 49.816 pengguna Narkoba dari Populasi 3.508.200 orang," ungkapnya.

Ia mengatakan, strategi Operasional penanganan narkoba yaitu ada pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi dan pembrantasan (sidak dll) dan Rehabilitasi. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved